
Dosen Undiknas Guncang Kyushu University Jepang! Rahasia Sukses UMKM Bali Go Digital Terbongkar di IC4E 2026
FUKUOKA, JEPANG – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi Bali. Putu Putri Prawitasari, salah satu dosen berprestasi dari #prodiAkuntansi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), sukses mencuri perhatian akademisi dunia dalam ajang bergengsi 17th International Conference on E-Education, E-Business, E-Management and E-Learning (IC4E) yang digelar di Kyushu University, Fukuoka, Jepang, pada 1-4 April 2026. Membawa riset mendalam mengenai transformasi digital, Putri memaparkan temuan krusial yang bisa menjadi kunci sukses bagi pelaku UMKM di Indonesia, khususnya di Bali, untuk bersaing di kancah global.
Integrasi TAM & TTF: Mengapa UMKM Harus Pindah ke Cloud?

Dalam presentasinya yang bertajuk “Why Do SMEs Adopt Cloud-Based Accounting in Emerging Economies?”, Putu Putri Prawitasari menekankan bahwa adopsi akuntansi berbasis cloud saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan bisnis. Melalui integrasi kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM) dan Task-Technology Fit (TTF), riset ini mengungkapkan bahwa efisiensi tanpa batas menjadi keunggulan utama, di mana sistem cloud memungkinkan UMKM melakukan pembukuan dan pelaporan secara real-time tanpa terbebani biaya infrastruktur IT yang mahal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa teknologi akan diadopsi secara maksimal hanya jika fitur-fiturnya selaras dengan kebutuhan harian akuntansi UMKM (kecocokan tugas). Meskipun literasi digital pemilik usaha terbukti menjadi kunci utama dalam mempercepat niat penggunaan teknologi, riset ini juga menggarisbawahi bahwa tantangan strategis tetap ada yang memerlukan penanganan lebih lanjut agar transformasi digital ini berdampak optimal pada kinerja keuangan perusahaan.
Membawa Nama Bali ke Panggung Internasional
Penelitian yang melibatkan 250 pemilik UMKM di Bali ini tidak hanya sekadar teori. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan akuntansi cloud secara signifikan meningkatkan akurasi informasi dan kinerja perusahaan. Kehadiran delegasi Undiknas di Kyushu University ini membuktikan bahwa kualitas riset akademisi lokal mampu bersaing dan memberikan solusi nyata bagi tantangan ekonomi global, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Integrasi TAM dan TTF memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai perilaku adopsi akuntansi cloud di ekonomi berkembang. Ini berkontribusi langsung pada produktivitas dan kapasitas inovasi UMKM,” ungkap tim peneliti dalam simpulan materinya.
Tentang Konferensi IC4E
IC4E merupakan konferensi internasional tahunan bergengsi yang mempertemukan para peneliti, ilmuwan, dan akademisi dari seluruh penjuru dunia. Forum global ini menjadi ruang utama untuk mendiskusikan perkembangan serta inovasi terbaru dalam bidang e-learning, e-business, dan manajemen digital. Pada tahun ini, Kyushu University di Jepang menjadi saksi lahirnya berbagai ide transformatif yang siap menjawab tantangan ekonomi digital di masa depan. Melalui kontribusi riset dari dosen-dosen terbaik seperti delegasi Undiknas, konferensi ini terus memperkuat sinergi antara teori akademis dan praktik industri berskala internasional.




Tag:Akuntansi Terbaik Bali, Akuntansi Undiknas, Akuntansi Unggul, Cloud Accounting UMKM Bali, Dosen Berprestasi, Dosen Undiknas Jepang, Kampus Berdampak, Kampus Masa Kini, Konferensi Internasional IC4E 2026, Prodi Akuntansi, Prodi Unggul, Putu Putri Prawitasari Undiknas, Techno Research-preneur University, undiknas, Undiknas Bali, Undiknas Besar, Undiknas Kampus Berdampak, Undiknas Kampus Milenial Bali, Undiknas Kampus Terbaik, Undiknas Kampus Unggul



