
Rahasia Sukses Public Relations Terbongkar di Prodi Ilkom Undiknas Bali
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undiknas kembali membuat gebrakan akademik yang sangat luar biasa melalui metode pembelajaran interaktif. Kelas reguler yang diampu oleh Ni Putu Intan Permatasari, S.Pd., M.Pd secara mengejutkan digabung dengan kelas Anak Agung Mia Intentilia S.IP., M.A.. Penggabungan dua kelas besar di Prodi Ilkom Undiknas ini sengaja dilakukan untuk menciptakan atmosfer diskusi yang lebih dinamis dan menantang. Langkah inovatif dari kampus internasional ini langsung disambut antusiasme tinggi oleh ratusan mahasiswa yang memadati ruang kuliah. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan kejutan besar yang mengubah cara pandang mereka tentang industri komunikasi.

Menghadirkan Praktisi Top dari United In Diversity Foundation
Tidak tanggung-tanggung, sesi perkuliahan istimewa ini langsung mengundang Narasumber Marketing Communication Manager United In Diversity Foundation, Robi Kurnia. Mengangkat tema besar “Communication is Key!”, sang praktisi senior membagikan pengalaman mahalnya di dunia humas. Robi Kurnia yang juga mantan Corporate Communication XL Axiata ini mengupas tuntas realita praktik kehumasan yang jarang diketahui publik. Kehadiran praktisi papan atas ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja nyata. Seluruh peserta yang hadir tampak terpaku mendengarkan setiap materi premium yang disajikan secara gamblang.

Komunikasi Naik Level: Bukan Sekadar Modal Capcipcup
“Di dunia Public Relations, pekerjaan kita tidak cuma memberikan informasi, tetapi yang paling krusial adalah mendapatkan informasi,” tegas Robi Kurnia di hadapan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa komunikasi yang naik level wajib memiliki timing tepat dan pemahaman mendalam terhadap lawan bicara. Indikator utama komunikasi tingkat tinggi meliputi kepercayaan diri, kesan pertama yang baik, serta konsistensi antara kata dan tindakan. Mahasiswa juga diajarkan pentingnya menjaga kontak mata, bahasa tubuh yang meyakinkan, serta penampilan yang selalu menarik. Menurutnya, seorang PR sejati harus mampu menerapkan gaining, not sharing only demi keuntungan strategis reputasi perusahaan.

Membongkar Mitos Tugas PR dan Fakta Gaji Fantastis
Robi juga meluruskan miskonsi publik yang sering menganggap remeh tugas seorang praktisi humas di lapangan. Menjadi PR bukan hanya soal menyambut tamu, menulis rilis berita, atau sekadar menjadi pembawa acara (MC). Realitanya, seorang PR harus menguasai crisis communications, media relations, hingga pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang bernilai miliaran rupiah. Uniknya, ia membocorkan fakta menarik bahwa profesi PR umumnya memiliki nominal gaji yang jauh lebih besar dibanding posisi lainnya. Keuntungan materi dan jaringan yang luas inilah yang membuat profesi ini sangat digandrungi generasi muda.

Tips Jitu Menjadi Praktisi PR yang Dicari Perusahaan Besar
Untuk menjadi seorang PR yang sukses, baterai sosial seseorang dituntut harus selalu penuh dalam setiap situasi. Bersikap ramah merupakan sebuah keharusan, namun bersikap tegas dan berani (bold) adalah sebuah kewajiban mutlak. Seorang praktisi komunikasi juga harus banyak membaca agar selalu terlihat pintar dan memperoleh kepercayaan (trust) dari publik. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diarahkan untuk tidak sekadar mengenal orang baru, melainkan membangun relasi yang mendalam. Kegiatan ini sukses diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang memicu daya kritis calon komunikator masa depan.

Tag:Berita Kampus Bali, Kampus Bali, Kampus Berdampak, kampus Indonesia, Kampus Internasional, Kampus Masa Kini, Kampus Milenial, Kampus Terbaik Bali, Kampus Unggul, Kampus Unggul Bali, Kampus Unggul Masa Kini, Kampus-Milenial-Bali, Kuliah Umum Komunikasi, Prodi Ilkom Undiknas, Public Relations, Research, SDGs, Student, Undiknas Kampus Berdampak, Undiknas Kampus Milenial Bali, Undiknas Kampus Terbaik, Undiknas Kampus Unggul, Universitas Pendidikan Nasional, Updates



