
Puluhan Mahasiswa Undiknas Belajar Langsung Cara Keputusan Publik Dibuat di DPRD Kota Denpasar
DENPASAR – Ruang belajar mahasiswa Administrasi Publik Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kali ini bukan ruang kuliah biasa. Sebanyak 40 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik dijadwalkan mengikuti Lokakarya Pembelajaran di Luar Kampus di Kantor DPRD Kota Denpasar. Kunjungan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung proses kerja di lembaga perwakilan rakyat tingkat kota. Kegiatan ini diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Undiknas pada Selasa, 13 Oktober 2026, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Tema yang diusung adalah belajar mengenai pemahaman pengambilan keputusan. Mengapa mahasiswa perlu belajar langsung di gedung dewan? Simak ulasannya berikut ini.
Belajar di Luar Kelas, Bertemu Langsung dengan Praktik Nyata
Lokasi kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran di luar kampus yang dirancang FISHUM Undiknas. Konsep ini membawa mahasiswa keluar dari ruang kelas untuk melihat praktik nyata di lembaga publik. Administrasi publik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana kebijakan dirumuskan, dilaksanakan, dan dievaluasi. Banyak konsep dalam ilmu ini baru terasa maknanya ketika mahasiswa bertemu langsung dengan para pelakunya. DPRD Kota Denpasar adalah lembaga perwakilan rakyat di tingkat kota yang terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan publik. Secara umum, DPRD kabupaten/kota menjalankan fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi itu berkaitan erat dengan materi yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah. Karena itu, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mencocokkan teori dengan praktik.
Keputusan Publik Tidak Lahir Begitu Saja
Pengambilan keputusan adalah inti dari tata kelola pemerintahan. Setiap kebijakan, mulai dari anggaran hingga peraturan daerah, lahir dari serangkaian pertimbangan dan pembahasan. Melalui lokakarya ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa keputusan publik tidak muncul begitu saja. Mereka diajak melihat bahwa ada proses, pihak yang terlibat, dan berbagai kepentingan yang harus dipertimbangkan. Pemahaman tersebut penting bagi calon lulusan administrasi publik yang kelak dapat berkarier di pemerintahan, lembaga swasta, atau organisasi masyarakat. Mahasiswa juga dapat membawa pertanyaan yang selama ini muncul dalam perkuliahan, misalnya bagaimana aspirasi masyarakat diproses menjadi sebuah keputusan. Pengalaman langsung semacam ini sulit digantikan oleh bahan bacaan saja. Hasil pengamatan di lapangan pun dapat menjadi bahan diskusi lanjutan di kelas.
Kampus yang Hadir di Tengah Lembaga Publik
Kunjungan ke DPRD Kota Denpasar menunjukkan upaya Undiknas membawa pembelajaran lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Undiknas mengusung identitas sebagai Techno Research Preneur University, sebagaimana tertera pada kop suratnya. Semangat belajar di luar kampus sejalan dengan ambisi menjadi kampus terbaik Bali yang menyiapkan lulusan siap menghadapi dunia kerja. Keterbukaan terhadap kerja sama lintas lembaga juga menjadi ciri kampus internasional yang tidak membatasi proses belajar di ruang kelas. Hubungan antara kampus dan lembaga legislatif daerah ini merupakan bentuk kolaborasi berdampak yang manfaatnya dirasakan langsung oleh mahasiswa. Itulah gagasan kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang hadir dan bermanfaat bagi masyarakat serta pemangku kepentingan di sekitarnya. Koordinasi teknis kegiatan telah disiapkan oleh pihak kampus agar kunjungan berjalan lancar. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut pada kesempatan lain.
Apa yang Diharapkan Dibawa Pulang Mahasiswa?
Bagi mahasiswa, lokakarya ini diharapkan memberi tiga manfaat utama. Pertama, memahami proses pengambilan keputusan publik langsung dari lembaga yang terlibat di dalamnya. Kedua, melatih kemampuan berpikir kritis dalam menilai kebijakan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Ketiga, membuka peluang membangun jejaring dengan pihak-pihak di lembaga publik. Keterampilan ini penting karena administrasi publik menuntut kemampuan analisis, komunikasi, dan etika pelayanan. Jumlah peserta sebanyak 40 mahasiswa diharapkan memungkinkan diskusi berjalan lebih terarah dan interaktif. Pengalaman di lapangan juga dapat memperkaya tugas akhir dan penelitian mahasiswa di kemudian hari. Dengan begitu, lokakarya ini diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat bagi perjalanan akademik dan karier mereka.
Pembelajaran Administrasi Publik Tak Berhenti di Ruang Kuliah
Lokakarya ini menjadi contoh bahwa pembelajaran administrasi publik tidak harus berhenti di ruang kuliah. Dengan mengunjungi Kantor DPRD Kota Denpasar, mahasiswa memperoleh sudut pandang baru tentang bagaimana keputusan publik dipertimbangkan. Kegiatan ini juga mempertegas peran FISHUM Undiknas dalam menyiapkan lulusan yang memahami tata kelola pemerintahan. Permohonan resmi yang disampaikan lebih dahulu menunjukkan bahwa kegiatan disiapkan dengan memperhatikan tata krama antarlembaga. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dikembangkan bersama lembaga publik lainnya. Pengalaman mahasiswa juga dapat dibagikan kepada rekan-rekan mereka melalui diskusi dan tulisan. Ikuti terus website ini untuk kabar kegiatan akademik dan kampus terbaru lainnya.




