
Wisuda ke-102 Undiknas Bikin Bangga! 358 Lulusan Dilepas, 4 Peraih IPK 4.00, 35 Insinyur Dilantik
Nusa Dua, Bali – Suasana haru dan bangga menyelimuti BNDCC Nusa Dua Hall pada Jumat, 16 Oktober 2026. Hari itu, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menggelar Wisuda ke-102, Pelantikan Insinyur, dan Pengukuhan Guru Besar Tetap. Dalam rangkaian acara tersebut, Undiknas resmi melepas 358 wisudawan dan wisudawati. Para lulusan berasal dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor. Selain itu, Undiknas melantik 35 insinyur yang telah menuntaskan pendidikan profesi keinsinyuran. Para insinyur ini siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Momen ini menjadi bagian dari transformasi Undiknas sebagai perguruan tinggi berdampak.
Bukan Sekadar Ijazah, Ini Pesan Rektor untuk Wisudawan
Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., menegaskan bahwa kampus tidak hanya menghasilkan ijazah. Undiknas melahirkan insan yang berdaya saing dan berintegritas. Selain itu, lulusan dibekali kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan jiwa kepemimpinan. Mereka juga dilatih beradaptasi di lingkungan profesional yang dinamis. Semangat ini diwujudkan melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma tersebut mencakup pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas lulusan tidak hanya diukur dari nilai akademik.

KKN Tematik Kebencanaan di Labuan Bajo, Bukti Nyata Pengabdian
Salah satu wujud komitmen kampus berdampak adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan. Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 52 mahasiswa dari berbagai program studi ikut serta, didampingi 12 dosen. Selama program berjalan, mereka merancang pemulihan trauma bagi warga melalui permainan edukatif. Selain itu, mereka menggelar sosialisasi obat-obatan dan edukasi kesiapsiagaan bencana. Oleh karena itu, KKN bukan sekadar kewajiban kurikulum. Program ini menjadi ruang pengabdian yang menumbuhkan empati, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
Wisudawan Terbaik Bidang Publikasi Karya Ilmiah
Sejalan dengan komitmen membangun academic excellence, Undiknas kembali memberi predikat Wisudawan Terbaik Bidang Publikasi Karya Ilmiah. Penghargaan ini diberikan kepada lulusan yang memublikasikan karyanya di jurnal terakreditasi atau jurnal internasional bereputasi. Capaian tertinggi diraih Irham Ardiansyah dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Ia meraih predikat The Best Publication in Communication Science lewat publikasi terindeks Scopus Q3. Di bidang hukum, I Gede Yudha Kusumardika meraih The Best Paper for Criminal Research. Sementara itu, Nur Khairani Fauzia dinobatkan sebagai The Best Paper for Intellectual Property Research. Keduanya memublikasikan risetnya di jurnal terindeks Sinta 2.
Prestasi juga datang dari bidang administrasi publik, manajemen, dan teknologi. Ni Komang Ayu Novitasari meraih The Best Topic in Digital Public Service Research. Selain itu, Regina Dinanti Widodo menyabet The Best Research in Customer Engagement. Mahadhika Feryo Gotama pun meraih The Best Topic in Digital Innovation Research. Di bidang teknologi, Ni Putu Likayuni Viona meraih Excellence in AI-Based Health Research. Risetnya mengembangkan solusi kesehatan berbasis kecerdasan buatan. Seluruh capaian pada kategori ini terindeks Sinta 2. Dengan demikian, budaya riset mahasiswa Undiknas terbukti terus tumbuh.
Kampus Terbaik Bali dengan Semangat Techno-researchpreneur
Rangkaian prestasi ini mempertegas posisi Undiknas sebagai kampus terbaik Bali. Dengan semangat Techno-researchpreneur University, Undiknas menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Upaya ini ditempuh melalui kurikulum berbasis capaian pembelajaran dan pembelajaran berbasis praktik. Selain itu, program internasionalisasi menegaskan karakter Undiknas sebagai kampus internasional. Kolaborasi dengan dunia usaha dan industri juga menjadi contoh kolaborasi berdampak. Komitmen tersebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Bagi Undiknas, SDGs bukan sekadar slogan, melainkan diterapkan dalam kebijakan akademik. Inilah wujud nyata sebagai Kampus Berdampak yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
BACA JUGA: Bimtek PUG Perempuan Potensial Undiknas Diikuti 360 Peserta
Dari Bali Menuju Kebesaran: From Growth to Greatness
Melalui pelepasan ratusan lulusan, Undiknas berpesan agar wisudawan melihat persoalan sebagai peluang. Dengan begitu, mereka dapat menciptakan solusi yang bermanfaat. Mereka juga diharapkan mampu bekerja sama dengan siapa pun dari latar belakang apa pun. Selain itu, nilai-nilai yang dipelajari di kampus perlu dibawa ke tengah masyarakat. Bagi Undiknas, keberhasilan kampus diukur dari dampak yang dihadirkan para lulusannya. Seluruh civitas akademika pun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat selama ini. Undiknas juga selalu terbuka menyambut alumni untuk berkolaborasi. Dari Bali, Undiknas terus menginspirasi generasi muda untuk tumbuh melampaui batas: from growth to greatness.
Tag:#SDGs, Bali Excellent Campus, Bali's Best Campus, Berita Kampus, Berita Kampus Bali, Guru Besar Undiknas, IPK 4.00, Kampus Berdampak, Kampus Internasional, Kampus Masa Kini, Kampus Milenial, Kampus Terbaik Bali, KKN Tematik Kebencanaan, Kolaborasi Berdampak, Pelantikan Insinyur, SDGs, Techno-researchpreneur University, Wisuda ke-102, Wisuda Undiknas







