
KKN Tematik Undiknas Fokus Bantu Korban Gempa Manggarai Barat
Mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menunjukkan kepedulian nyata dengan turun langsung membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program KKN Tematik Kebencanaan, mahasiswa bersama dosen pendamping memberikan pendampingan kepada warga yang masih menghadapi dampak bencana, baik dari sisi kebutuhan dasar maupun kondisi psikologis. Kehadiran mahasiswa tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menghadirkan kegiatan pemulihan trauma bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Berbagai kegiatan seperti trauma healing, games edukatif, senam bersama, sosialisasi obat-obatan, hingga edukasi langkah menghadapi kebencanaan dilakukan untuk membantu warga kembali bangkit. Program ini menjadi bukti komitmen Undiknas sebagai Kampus Berdampak yang menghadirkan kontribusi langsung bagi masyarakat. Langkah tersebut juga memperkuat posisi Undiknas sebagai kampus terbaik Bali yang aktif mengembangkan pendidikan berbasis kepedulian sosial.
Fokus Utama KKN Kebencanaan Undiknas

Wakil Rektor I Undiknas, Prof. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa KKN Tematik Kebencanaan tersebut dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bantuan secara langsung, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis setelah mengalami gempa. Menurut Prof. Widhi, fokus utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat menyembuhkan rasa trauma akibat gempa melalui berbagai aktivitas pemulihan yang melibatkan interaksi langsung dengan warga.
“Fokus utama dalam kegiatan ini untuk membantu masyarakat menyembuhkan rasa trauma akibat gempa dengan memberikan trauma healing, dan kegiatan-kegiatan seru di antaranya games, senam, sosialisasi tentang obat dan sosialisasi langkah menghadapi kebencanaan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Prof. Widhi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu bersama dosen pendamping. Setiap peserta memiliki tugas masing-masing selama menjalankan pengabdian di lokasi bencana sesuai dengan kemampuan dan bidang keilmuan yang dimiliki. Desa Golo Sepang dipilih sebagai lokasi KKN karena menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga masih merasa takut untuk kembali menempati rumah masing-masing.
“Mereka terdampak cukup parah sampai masih ada yang belum berani balik ke rumahnya masing-masing,” katanya.
Menurut Prof. Widhi, kehadiran mahasiswa Undiknas memberikan suasana positif bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan. Bahkan, warga sempat meminta mahasiswa untuk tetap tinggal karena merasa kehadiran mereka mampu menghadirkan kegembiraan dan mengurangi rasa trauma setelah bencana.
“Tadi juga sampai enggak dikasih pulang karena mereka merasa bahwa kedatangan kami ini menimbulkan suasana kegembiraan, menghilangkan sedikit traumatik untuk mereka,” ujar Prof. Widhi.

Apresiasi Kepedulian Undiknas Bantu Warga Golo Sepang
Mewakili Kepala Desa Golo Sepang, Suardin menyampaikan apresiasi kepada Undiknas atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa. Ia secara khusus mengapresiasi kegiatan trauma healing yang dinilai mampu membantu warga, terutama anak-anak, dalam melewati masa pemulihan setelah bencana.
“Terima kasih kedatangan dengan jumlah banyak dan bawa trauma healing bagi warga kami. Kami harapkan kegiatan ini bisa memberikan kebahagiaan kepada warga kami,” ujar Suardin.
Suardin menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan Undiknas selanjutnya akan didistribusikan kepada warga berdasarkan tingkat kerusakan rumah, mulai dari kategori rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan. Ia menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah kebutuhan masyarakat yang tergolong mendesak, khususnya bagi warga yang hingga kini masih harus tinggal di tenda pengungsian. Dukungan dari berbagai pihak menjadi penting agar proses pemulihan masyarakat dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Undiknas Perkuat Peran Perguruan Tinggi Lewat Kolaborasi Sosial
Kegiatan KKN Tematik Kebencanaan Undiknas di Manggarai Barat menjadi gambaran bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga membangun hubungan antara kampus dan masyarakat melalui aksi nyata. Melalui pendekatan akademik dan sosial, Undiknas terus mendorong mahasiswa agar mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Semangat Kolaborasi berdampak menjadi bagian penting dalam menjalankan program pengabdian yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
BACA JUGA: Mahasiswa UNDIKNAS Sulap UMKM Desa Bungbungan Jadi Melek Finansial Lewat REAFOTY #10
Sebagai Kampus internasional, Undiknas terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan sosial. Kehadiran mahasiswa di Desa Golo Sepang menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan manfaat langsung melalui program yang berkelanjutan. Dengan mengedepankan nilai kepedulian, inovasi, dan pengabdian, Undiknas memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak yang hadir memberikan perubahan positif bagi masyarakat.


Tag:Berita Bali, Gempa Manggarai Barat, Kampus Bali, Kampus Berdampak, Kampus Berdampak., kampus Indonesia, Kampus Insinyur Bali, Kampus Internasional, Kampus Kesehatan, Kampus Masa Kini, Kampus Milenial, Kampus Terbaik di Bali, Kampus Unggul, KKN Tematik, Research, SDGs, Student, Trauma Healing, undiknas, Universitas Pendidikan Nasional, Updates



