
Undiknas Tunjukkan Kampus Berdampak Lewat Ngayah di Pura Ulun Danu Batur
Suasana sakral dan penuh rasa bhakti menyelimuti kegiatan ngayah yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) pada Jumat, 10 April 2026 di Pura Ulun Danu Batur. Kegiatan ini merupakan wujud yadnya sebagai bentuk pengabdian tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kehadiran mahasiswa, dosen, hingga Rektor Undiknas mencerminkan kebersamaan dalam menjalankan nilai-nilai dharma. Momentum ini juga menjadi sarana mempererat harmoni antar civitas akademika. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Undiknas dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Bali.

Dalam pelaksanaan ngayah tersebut, berbagai unit kegiatan mahasiswa turut berpartisipasi aktif dalam mengisi rangkaian upacara. Seka santi Undiknas menghaturkan kidung suci yang menciptakan suasana hening dan penuh makna spiritual. UKM Tari Undiknas menampilkan Tari Rejang Taman Sari sebagai simbol persembahan suci yang sarat filosofi. Setiap gerakan mencerminkan ketulusan dan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Partisipasi ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali.
Tidak hanya mahasiswa, dosen dan karyawan Undiknas juga turut ngayah dengan menarikan Tari Rejang Sari. Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama lintas elemen kampus. Momen yang paling menyita perhatian adalah ketika Bapak Rektor bersama dosen, karyawan, dan mahasiswa berkolaborasi menampilkan Tari Topeng. Kolaborasi ini mencerminkan harmoni dan kebersamaan dalam satu kesatuan yadnya. Alunan gambelan dari UKM Taksu Abinaya semakin menguatkan suasana sakral sepanjang kegiatan berlangsung.

Kegiatan ngayah ini tidak hanya memiliki makna spiritual dan budaya, tetapi juga relevan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Nilai pelestarian budaya yang ditampilkan sejalan dengan tujuan SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen mencerminkan implementasi SDG 4 tentang pendidikan berkualitas berbasis kearifan lokal. Undiknas menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan nilai budaya dan karakter. Hal ini menjadikan kampus sebagai agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Undiknas semakin menegaskan perannya sebagai #undiknaskampusberdampak yang berlandaskan nilai Tri Hita Karana. Harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan tercermin dalam setiap rangkaian ngayah yang dilaksanakan. Kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk turut melestarikan budaya lokal. Dengan demikian, Undiknas tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga insan yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai budaya Bali.








Tag:Budaya Bali, Kampus Berdampak, Kampus Masa Kini, Kampus Milenial, Kampus Terbaik Bali, Kampus Unggul, Kampus-Milenial-Bali, Mahasiswa Berkarya, Ngayah Bali, Pura Ulun Danu Batur, SDGs, Tri Hita Karana, undiknas, Undiknas Bali, Undiknas Kampus Berdampak, Undiknas Kampus Milenial Bali, Undiknas Kampus Terbaik, Undiknas Kampus Unggul



