
Tenaga Vokasi Farmasi Undiknas Siap Jadi Garda Depan Kesehatan Masyarakat
Nusa Dua, Bali – Suasana khidmat menyelimuti Nusa Dua Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), pada Jumat, 16 Oktober 2026. Hari itu, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menggelar prosesi penyumpahan tenaga vokasi farmasi bagi para lulusannya. Melalui kegiatan ini, Undiknas kembali menegaskan komitmennya mencetak tenaga vokasi farmasi yang kompeten, profesional, dan berintegritas. Prosesi tersebut menjadi penanda bahwa para lulusan siap mengemban tanggung jawab di bidang kesehatan. Selain itu, penyumpahan ini mengingatkan bahwa profesi kefarmasian menuntut etika dan kejujuran. Bagi para lulusan, hari tersebut menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Langkah Awal Mengabdikan Ilmu bagi Masyarakat
Penyumpahan tenaga vokasi farmasi bukan sekadar seremoni. Momentum ini menjadi langkah awal bagi lulusan untuk mengabdikan ilmu dan keahliannya. Mereka diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di tengah masyarakat. Selain itu, mereka turut mendukung kesehatan dan kesejahteraan orang di sekitarnya. Pelayanan kefarmasian yang baik sangat penting bagi keselamatan pasien. Oleh karena itu, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Sumpah yang diucapkan pun menjadi pengingat untuk selalu menjaga profesionalisme. Dengan demikian, para lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap melayani.
Sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan ini mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Tujuan tersebut menekankan pentingnya layanan kesehatan yang berkualitas bagi semua orang. Untuk itu, Undiknas terus mendorong lahirnya tenaga kesehatan yang mampu berkontribusi nyata. Tenaga vokasi farmasi memegang peran penting dalam memastikan ketersediaan dan pelayanan obat yang tepat. Selain itu, mereka dapat membantu masyarakat memahami penggunaan obat dengan benar. Karena itu, mencetak lulusan yang kompeten menjadi investasi penting bagi kesehatan masyarakat. Upaya ini pun menunjukkan bahwa SDGs diwujudkan melalui langkah yang nyata.
Kampus Terbaik Bali yang Mencetak Profesional Berdampak
Langkah ini memperkuat citra Undiknas sebagai kampus terbaik Bali. Kampus tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada kesiapan lulusan menghadapi dunia profesi. Dengan semangat sebagai kampus internasional, Undiknas menyiapkan lulusan yang relevan dengan standar pelayanan kesehatan modern. Selain itu, pelayanan kefarmasian yang berkualitas membutuhkan kolaborasi berdampak antara dunia pendidikan, institusi kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut memastikan lulusan memiliki bekal yang sesuai kebutuhan lapangan. Inilah wujud nyata komitmen sebagai Kampus Berdampak, yakni kampus yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan begitu, setiap lulusan menjadi duta kampus di dunia kerja.






