
Sejarah Baru Undiknas! Prof. Widhiasthini Jadi Guru Besar Pertama di Prodi Administrasi Publik
Nusa Dua, Bali – Sebuah babak baru tercatat dalam sejarah Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) pada Jumat, 16 Oktober 2026. Hari itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam kepakaran Reformasi Administrasi. Pengukuhan ini berlangsung di Nusa Dua Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda ke-102 dan Pelantikan Insinyur Undiknas. Pengukuhan Guru Besar Reformasi Administrasi ini bukan sekadar seremoni akademik. Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan Undiknas. Lalu, apa saja yang membuat momen ini begitu istimewa?
Guru Besar ke-11 dan Dua Capaian Pertama bagi Undiknas
Prof. Widhiasthini tercatat sebagai Guru Besar ke-11 di Undiknas. Selain itu, beliau menjadi guru besar pertama pada Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas fakultas. Tidak hanya itu, beliau juga menjadi guru besar pertama pada Program Studi Administrasi Publik. Dengan demikian, pengukuhan ini membuka lembaran baru bagi pengembangan keilmuan administrasi publik di Undiknas. Pencapaian ganda ini sekaligus memperlihatkan konsistensi kampus dalam memperkuat kualitas akademiknya. Oleh karena itu, ucapan selamat dan sukses mengalir bagi sang profesor.

Mengenal Reformasi Administrasi, Bidang Keilmuan yang Dekat dengan Publik
Reformasi administrasi merupakan bidang yang berkaitan dengan pembenahan tata kelola pemerintahan. Fokusnya adalah membuat birokrasi lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik. Bidang ini juga erat kaitannya dengan upaya meningkatkan kualitas layanan publik. Karena itu, kepakaran Reformasi Administrasi memiliki peran penting dalam pembangunan. Kajian di bidang ini dapat menjadi rujukan bagi perbaikan kebijakan dan tata kelola. Selain itu, mahasiswa Administrasi Publik akan mendapat bimbingan dari pakar yang kompeten di bidangnya.
Bukti Penguatan Kualitas SDM dan Budaya Akademik
Pengukuhan ini sejalan dengan upaya Undiknas memperkuat kualitas sumber daya manusia. Jumlah guru besar di Undiknas terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan keseriusan kampus dalam membangun budaya akademik yang kuat. Selain itu, kehadiran guru besar memperkaya kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan semakin banyaknya guru besar, Undiknas semakin siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh teladan nyata tentang pentingnya ketekunan dalam menempuh jenjang akademik.
Kampus Terbaik Bali yang Terus Melangkah Maju
Capaian ini kian mempertegas posisi Undiknas sebagai kampus terbaik Bali. Kampus terus berinvestasi pada kualitas dosen dan kepakaran keilmuan. Dengan semangat sebagai kampus internasional, Undiknas membangun standar akademik yang kompetitif. Selain itu, keahlian para guru besar membuka peluang kolaborasi berdampak dengan pemerintah, industri, dan masyarakat. Kolaborasi semacam ini memastikan ilmu pengetahuan benar-benar dimanfaatkan. Inilah wujud nyata komitmen sebagai Kampus Berdampak, yaitu kampus yang manfaatnya dirasakan luas. Dengan demikian, pengukuhan Guru Besar ke-11 ini menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika.

Tag:#SDGs, Administrasi Publik, Bali's Best Campus, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Guru Besar Undiknas, Kampus Bali, Kampus Berdampak, Kampus Internasional, Kampus Milenial, Kampus Terbaik Bali, Kolaborasi Berdampak, Ni Wayan Widhiasthini, Pengukuhan Guru Besar, Reformasi Administrasi, Undiknas Kampus Berdampak, Undiknas Kampus Unggul, Wisuda ke-102



