
Aksi Nyata Konservasi Penyu Undiknas di Pantai Kuta
Pantai Kuta mendadak menjadi pusat perhatian publik pada Jumat, 21 Agustus 2026, ketika ratusan pasang mata menyaksikan aksi luar biasa yang dipelopori oleh civitas akademika Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS). Melalui kolaborasi apik antara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM-FEB) dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BPM-FEB) UNDIKNAS, program kerja unggulan bertajuk “Ekonomi Berbagi (EB #2)” resmi digelar. Acara ini bukan sekadar berkumpul biasa, melainkan sebuah gerakan penyelamatan biota laut yang terancam kepunahan, khususnya penyu yang kini menghadapi berbagai ancaman serius seperti kerusakan habitat dan pencemaran sampah plastik. Sebagai lembaga pendidikan terdepan yang dikenal sebagai kampus terbaik bali, UNDIKNAS terus menunjukkan komitmennya dalam memadukan edukasi akademis dengan kepedulian lingkungan yang mendalam. Para mahasiswa diajak untuk berpartisipasi secara langsung dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir guna memastikan anak cucu kita kelak masih bisa menyaksikan keindahan satwa langka ini. Semangat membara dari para peserta membuktikan bahwa kepedulian terhadap alam harus dipupuk sejak dini demi masa depan bumi yang lebih sustainable.
Sinergi Publik dan Edukasi Konservasi Penyu Bersama Pakar

Kemeriahan acara diawali dengan rangkaian Opening Ceremony yang penuh khidmat namun tetap membakar semangat para peserta di tepi pantai. Acara dibuka secara resmi dengan laporan dari Ketua Panitia EB #2, Kak Kadek Ayu Budayani, diikuti oleh sambutan hangat dari Gubernur BEM-FEB UNDIKNAS periode 2025/2026, Kak Vicky Farel. Tak kalah menarik, hadir pula perwakilan dari Bali Sea Turtle Society, Pak Agung Ambara (yang akrab disapa Pak Agung Penyu), untuk memberikan edukasi mendalam mengenai cara penyu bertahan hidup di habitat alaminya serta tata cara pelepasan yang benar. Kehadiran pakar konservasi ini menegaskan posisi UNDIKNAS sebagai kampus internasional yang senantiasa mengedepankan edukasi berbasis standar kelestarian global. Pengetahuan mendasar ini sangat krusial agar pelepasan tukik tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan benar-benar memberikan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi bagi satwa tersebut di lautan lepas. Mahasiswa tampak sangat antusias menyerap setiap materi yang disampaikan sebelum mereka melangkah ke agenda utama di tepi ombak.
Momen Mengharukan Pelepasan Tukik dan Misi Sosial Berkelanjutan
Momen puncak yang paling mendebarkan pun tiba ketika seluruh peserta secara bersama-sama mengarahkan ratusan tukik untuk merayap menuju lautan lepas Pantai Kuta. Senyum bahagia dan rasa haru terpancar dari wajah para mahasiswa saat melihat tukik-tukik kecil tersebut berjuang menembus ombak demi memulai kehidupan barunya. Langkah nyata ini tercapai berkat adanya kolaborasi berdampak antara pihak akademisi kampus dan organisasi konservasi lokal dalam merawat serta melindungi keanekaragaman hayati Bali. Tidak hanya melepas penyu, BEM-FEB UNDIKNAS juga menyerahkan kenang-kenangan dan donasi secara simbolis kepada pihak Bali Sea Turtle Society sebagai bentuk dukungan finansial dan moral terhadap program konservasi. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup secara tertib dengan sesi foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan nan bersejarah tersebut. Inisiatif inspiratif ini membuktikan secara nyata reputasi UNDIKNAS sebagai kampus berdampak yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi muda pembuat perubahan positif bagi masyarakat dan alam sekitar.

Tag:BEM FEB Undiknas, Berita Kampus, Berita Kampus Bali, Ekonomi Berbagi, FEB Undiknas, Kampus Bali, Kampus Berdampak, kampus Indonesia, Kampus Internasional, Kampus Terbaik Bali, Kampus Unggul, Kampus Unggul Bali, Kampus-Milenial-Bali, Konservasi Penyu, Pantai Kuta, Research, Student, undiknas, Undiknas Kampus Berdampak, Undiknas Kampus Milenial Bali, Undiknas Kampus Unggul



