
IAPA dan Undiknas Bali Gelar Pelatihan Asesor Akreditasi Administrasi Publik
Dalam upaya revolusioner untuk melepaskan standar lama dan mendongkrak kualitas akademis, sebuah terobosan besar baru saja terjadi di Pulau Dewata. Indonesian Association for Public Administration (IAPA) secara resmi menggandeng Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) serta Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) dalam sebuah agenda yang sangat strategis. Bertempat di Denpasar pada Selasa (28/7), kegiatan bertajuk Pelatihan Asesor Akreditasi Program Studi (APS) Administrasi Publik/Negara/MKP ini sukses mencuri perhatian publik dan akademisi dari berbagai penjuru negeri. Gelaran bergengsi ini diselenggarakan sebagai langkah konkret untuk menjaga objektivitas sekaligus mendongkrak mutu pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial dan administrasi publik di Indonesia. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan menjadi momentum krusial bagi para akademisi dan calon asesor untuk mendalami regulasi terbaru serta instrumen penilaian yang paling mutakhir. Tidak mengherankan jika Undiknas sebagai tuan rumah membuktikan kelasnya sebagai kampus terbaik Bali yang selalu siap mengawal transformasi standar pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Sinergi Para Tokoh Akademisi dan Komitmen Standar Internasional
Acara berskala nasional ini dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dan penuh semangat dari Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., M.M., IPM., ASEAN.Eng. Dalam pembukaannya, beliau didampingi oleh Ketua Majelis Akreditasi LAMSPAK, Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA., yang turut menekankan pentingnya standarisasi asesmen di tingkat perguruan tinggi. Kehadiran para pimpinan dan pakar terkemuka ini menegaskan posisi Undiknas yang senantiasa bergerak menuju taraf Kampus internasional dengan reputasi akademik yang diakui secara global. Memasuki sesi inti, suasana pelatihan semakin berbobot saat Ketua IAPA sekaligus Ketua Dewan Eksekutif LAMSPAK, Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, S.Sos., M.Si., memaparkan arah kebijakan dan kerangka makro penjaminan mutu akreditasi. Pemaparan komprehensif tersebut memberikan gambaran utuh mengenai tantangan tata kelola publik dan bagaimana proses akreditasi harus mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Seluruh peserta yang hadir tampak sangat antusias menyimak setiap detail materi yang disampaikan oleh jajaran pakar papan atas tersebut.
Simulasi Teknis dan Wujud Nyata Kolaborasi Berdampak
Rangkaian pembekalan teknis dalam pelatihan ini kemudian dilanjutkan secara mendalam oleh narasumber ahli, Prof. Dr. Paulus Israwan Setyoko, M.S. Beliau secara interaktif memandu peserta melewati proses simulasi serta verifikasi instrumen akreditasi hingga akhir sesi acara. Melalui metode asesmen terbaru yang ditetapkan oleh LAMSPAK, para calon asesor dilatih secara ketat agar memiliki tingkat ketelitian dan objektivitas yang tinggi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari Kolaborasi berdampak yang berhasil dibangun antara organisasi profesi, lembaga akreditasi mandiri, dan perguruan tinggi swasta terkemuka. Hasil dari pelatihan intensif ini diharapkan mampu melahirkan barisan asesor yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga visioner. Dengan demikian, proses penilaian mutu program studi administrasi publik di seluruh perguruan tinggi Indonesia dapat berjalan secara adil, transparan, dan terukur.
Mengawal Transformasi Tata Kelola Publik Menuju Kampus Berdampak
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, IAPA kembali mempertegas komitmen kuatnya dalam mengawal kualitas pendidikan tinggi nasional secara konsisten. Penjaminan mutu yang kokoh sangat diperlukan untuk melahirkan lulusan administrasi publik yang siap menghadapi tantangan tata kelola di era modern. Penyelenggaraan kegiatan ini di Bali juga memberikan sinyal positif bahwa pemerataan dan peningkatan standar kualitas akademik terus meluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Peran aktif Undiknas dalam memfasilitasi acara strategis ini memperkokoh predikatnya sebagai Kampus Berdampak yang memberi kontribusi riil bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas. Inovasi dan penguatan kapasitas asesor ini dipastikan akan menjadi fondasi utama dalam melahirkan para pemimpin publik yang kompeten di masa depan. Diharapkan langkah kolaboratif ini dapat terus berlanjut demi terciptanya ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang berdaya saing tinggi dan diakui secara internasional.




