iden info@undiknas.ac.id +62 361 723 868

Undiknas Gelar Workshop Akademik Dengan Menggandeng Universitas Terbuka (UT)

Denpasar – Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menggelar Workshop Akademik Penyusunan Modul Mata Kuliah bagi seluruh Dosen di lingkungan Undiknas. Workshop ini merupakan agenda yang dicanangkan oleh Rektor Undiknas dibawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dalam rangka meningkatkan kualitas serta memacu Dosen Undiknas untuk dapat mengembangkan bahan pembelajaran yakni modul atau bahan ajar dan juga video penunjang pembelajaran sebuah topik (11/06/2022). Bertempat di Auditorium Dwi Tunggal, Undiknas menghadirkan seorang narasumber dari Universitas Terbuka (UT) Jakarta yang telah dikenal sebagai tim ahli penyusunan bahan ajar. Beliau adalah Ibu Dr. Trini, Prastati, M.Pd. atau akrab disapa dengan Ibu Trini. Dalam perjalanan karirnya sebagai seorang dosen yang juga aktif menjadi penggiat bidang pendidikan, beliau merupakan salah satu orang yang terlibat dibalik hadirnya PEKERTI (Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional), yang kini menjadi prasyarat keikutsertaan pada sertifikasi dosen. Beliau juga pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Pusat Antar Universitas – Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (PAU-PAI), Kepala Pusat Riset dan Inovasi Pendidikan Terbuka Jarak Jauh, serta Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat di Universitas Terbuka.

Gambar 1. Jajaran dosen di lingkungan Undiknas yang menghadiri workshop akademik bersama UT

Kegiatan workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut, dilaksanakan dengan antusiasme yang cukup tinggi dari seluruh dosen di lingkungan Undiknas. Dosen-dosen yang hadir sangat antusias untuk bertanya tentang bagaimana cara mengembangkan hybrid learning method (online and offline learning) dengan memaksimalkan pemanfaatan modul dan Learning Management System (LMS) dalam melakukan knowledge transfer kepada mahasiswa. Secara spesifik, Ibu Trini membahas tentang bagaimana seorang tenaga pengajar/ dosen mampu menyusun sebuah modul/bahan ajar melalui kerangka-kerangka yang terstruktur, referensi kekinian, dan bahasa yang komunikatif tentunya. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik, Ibu Dr. Ni Wayan Widhiasthini, berharap agar modul atau bahan ajar yang dihasilkan memiliki standar yang telah ditentukan dan dapat menjangkau seluruh tingkatan pemahaman mahasiswa

Ibu Dr. Trini, memaparkan bahwa modul harus dapat secara tepat memberikan seluruh informasi yang diperlukan mahasiswa. Melalui berbagai macam media yang ada, modul yang dihasilkan harus dapat saling terintegrasi antar modul yang ada dalam suatu mata kuliah sehingga secara sistematis tercipta suatu lingkaran keterkaitan sebagai suatu informasi yang utuh yang dapat dipelajari oleh mahasiswa. Hari pertama workshop diisi dengan diskusi hangat bersama dosen-dosen dan mereka diminta utnuk menyampaikan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan PKL.

Gambar 2 . Rektor Undiknas Prof.Shribawa yang hadir dalam kegiatan workshop akademik bersama UT

Melalui LMS yang telah dikembangkan oleh tim dari Information System Development (INTENS), Undiknas akan segera menyosialisasikan tentang LMS kepada seluruh dosen. Kedepannya, diharapkan tidak hanya Program Studi Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dapat melaksanakan online learning dengan pemenuhan kriteria PJJ secara maksimal tetapi juga program studi yang lainnya. Learning sources yang semakin banyak dimiliki bank data akademik Undiknas, dapat lebih menunjang proses belajar-mengajat di era digitalisasi saat ini. Sebagai sebuah Institusi yang berkomitmen untuk terus berkembang dan merespon perubahan. Undiknas, melalui Workshop Akademik Penyusunan Modul Mata Kuliah bagi Dosen bersiap merespon era digitalisasi yang saat ini tengah menjadi isu hangat untuk dibahas.