iden info@undiknas.ac.id +62 361 723 868

Privilege for Undiknas: Pertemuan Konsulat Jenderal Australia-Indonesia dengan Top 5 Universities in Bali

Denpasar – Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) mendapat suatu kehormatan untuk diundang dalam pertemuan terbatas antara Konsul-Jenderal Australia-Bali dengan 5 (lima) perguruan tinggi terbaik di Bali (11/02/2022). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan Mr. Han Xiao Zhang sebagai Konselor Pendidikan dan Sains dari Departemen Pendidikan, Keterampilan dan Kertenagakerjaan Australia di Kedutaan Besar Australia-Indonesia. Hadir juga dalam pertemuan, Konsul-Jenderal (Konjen) Australia-Bali, Madam Anthea Griffin, dari Undiknas diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kewirausahaan Undiknas, Bapak Agus Fredy Maradona, Ph.D. dan juga Kepala Kantor Urusan Internasional Undiknas, Ida Nyoman Basmantra, M.Pd., M.M.

Dalam diskusi yang diagendakan di Andaz Sanur tersebut, Undiknas terlibat dalam diskusi hangat terkait dengan isu-isu pendidikan di Bali dan Australia yang kedepannya dapat difasilitasi dan dikolaborasikan dengan Konjen Australia-Indonesia. Pada kesempatan yang baik tersebut, Undiknas juga melaporkan kerja sama aktif yang dijalin Undiknas dengan beberapa perguruan tinggi di Australia dari tahun 2017 hingga 2022. Kegiatan tersebut diantaranya adalah international enrichment program, international credit transfer, doctoral study oleh Dosen Undiknas, serta internship and research collaboration yang dilakukan oleh civitas akademika Undiknas. Undiknas tercatat memiliki rekam jejak paling aktif dengan perguruan tinggi di Australia, diantaranya dengan Edith Cowan University (ECU), Murdoch University, Southern Cross University (SCU), dan universitas lainnya, khususnya dalam pelaksanaan program-program tersebut.

Peluang ke depannya, Undiknas memohon kepada Konjen Australia untuk dapat memfasilitasi program bagi Mahasiswa Australia datang ke Bali, sebagai destinasi untuk education tourism. Mahasiswa tidak hanya berlibur saja tetapi, dapat juga dikemas dengan wisata edukasi (education tourism) dengan konsep “Study in Paradise Island”. Undiknas juga siap berkoordinasi dan berkontribusi aktif untuk memfasilitasi dan melaksanakan program-program Pemerintah Australia terkait pendidikan, colombo plan, research collaboration, short course, study tour, etc.

Pertemuan pada siang hari tersebut diakhiri dengan makan siang sambil berdiskusi  hangat, menyambut telah dibukanya border penerbangan Australia-Indonesia. Harapannya situasi ini akan berlangsung secara berkelanjutan dan akan menjadi angin segar, sehingga kondisi dapat kembali normal layaknya sebelum Pandemi Covid-19 melanda dunia.