
Mahasiswa UNDIKNAS Sulap UMKM Desa Bungbungan Jadi Melek Finansial Lewat REAFOTY #10
Dunia kewirausahaan lokal kini tengah dihebohkan oleh gebrakan spektakuler yang dilakukan oleh civitas akademika dari kampus terbaik Bali yang konsisten mencetak generasi unggul berdaya saing global. HIMAPRODI Manajemen UNDIKNAS secara resmi kembali menggebrak melalui program kerja tahunan bertajuk Real Action for Social Activity (REAFOTY) #10 yang langsung turun gunung mengabdi untuk masyarakat. Mengusung tema besar Loka Karya Udyama Nangun Artha: Optimalisasi Sistem Manajemen Keuangan Sederhana bagi UMKM Lokal, program ini sukses menyedot perhatian publik luas karena solusi praktis yang ditawarkannya. Kehadiran acara ini tidak sekadar menjadi agenda rutinitas kampus semata, melainkan sebuah wujud nyata kepedulian sosial yang berorientasi pada kemajuan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. Tidak heran jika banyak pihak memuji langkah progresif ini sebagai bukti sahih bahwa institusi pendidikan tinggi mampu memberikan solusi nyata atas permasalahan ekonomi di tengah masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas sejak hari pertama pelaksanaan karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mendesak para pelaku usaha kecil di lapangan.
Fokus utama dari penyelenggaraan aksi sosial bergengsi ini adalah memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang berada di Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Sebagai kampus internasional yang senantiasa mendorong mahasiswanya untuk peka terhadap kondisi sosial, UNDIKNAS membuktikan bahwa batas ruang kelas bukanlah halangan untuk menciptakan perubahan masif di akar rumput. Sektor-sektor usaha yang menjadi sasaran utama pembinaan kali ini meliputi bidang kuliner, kerajinan tangan, serta berbagai lini jasa kreatif yang menjadi penopang ekonomi warga setempat. Melalui kegiatan interaktif ini, para pelaku usaha dibimbing secara intensif untuk memahami seluk-beluk pencatatan keuangan dasar yang selama ini sering diabaikan oleh para pelaku usaha pemula. Pemisahan yang tegas antara keuangan pribadi dan keuangan usaha juga menjadi poin krusial yang diajarkan agar bisnis warga tidak jalan di tempat atau mengalami kerugian misterius. Para peserta tampak sangat bersemangat mengikuti setiap sesi karena mereka akhirnya mengerti cara menghitung keuntungan bersih secara akurat tanpa harus pusing dengan rumus akuntansi yang rumit.

Keberhasilan acara fenomenal ini tentu tidak lepas dari adanya kolaborasi berdampak yang melibatkan berbagai unsur penting mulai dari akademisi, praktisi perbankan, hingga pemerintah desa setempat. Kehadiran dua pembicara hebat yakni Nandang Suganda selaku Pimpinan Cabang Bank BRI KCP Undiknas serta Kadek Linda Kusnita S.E., Ak., M.M. selaku dosen ahli, berhasil membius para peserta dengan pemaparan materi yang sangat daging. Keduanya membedah tuntas strategi jitu mengelola arus kas dan memutar modal usaha agar bisnis kecil mampu bertahan di tengah gempuran persaingan pasar yang semakin ketat. Sinergi yang apik antara dunia pendidikan dan masyarakat akar rumput ini membuktikan bahwa transformasi ekonomi dapat terwujud nyata apabila didukung oleh niat tulus serta keilmuan yang tepat. Diskusi interaktif yang berlangsung hangat membuat para pelaku UMKM tak ragu-ragu untuk berkonsultasi langsung mengenai kendala finansial pelik yang selama ini mereka hadapi dalam menjalankan usaha harian. Momentum berharga ini sekaligus mempererat tali persaudaraan antara kaum intelektual muda kampus dengan masyarakat luas yang haus akan inovasi dan pendampingan bisnis.
Puncak rangkaian acara yang dihelat pada Jumat, 14 Agustus hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 di Balai Banjar Kaleran, Desa Bungbungan, Klungkung, ditutup dengan euforia luar biasa dari seluruh peserta yang hadir. Sebagai kampus berdampak yang nyata hasil kerjanya di tengah masyarakat, UNDIKNAS kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pencapaian Sustainable Development Goals melalui aksi-aksi sosial yang solutif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses tanpa hambatan berarti berkat dukungan penuh dari pemerintah desa serta semangat membara dari seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan. Diharapkan setelah pelatihan ini usai, para pelaku UMKM di Desa Bungbungan mampu mengimplementasikan sistem manajemen keuangan sederhana dalam aktivitas bisnis sehari-hari secara konsisten dan mandiri. Lebih dari itu, program ini juga sukses memantik potensi generasi muda lokal agar tergerak untuk membangun daerahnya sendiri melalui pengelolaan usaha yang profesional dan terukur. Kesuksesan REAFOTY #10 ini sekaligus menjadi catatan emas tersendiri bagi dunia pendidikan tinggi di Bali dalam mencetak bibit-bibit wirausahawan tangguh masa depan.




