
Farmakes Undiknas Gelar Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana 2026
Sebuah helatan megah yang mengejutkan publik baru saja berlangsung secara spektakuler di Auditorium Dwi Tunggal Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) pada Kamis, 13 Agustus 2026. Acara bertajuk Seminar Nasional dan Call for Paper 2026 “Pengurangan Risiko Bencana: Inklusif, Adaptif, dan Berkelanjutan” ini merupakan buah sinergi strategis antara Program Studi Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan (Farmakes) Undiknas, Kelompok Studi Psikologi Bencana Universitas Surabaya (KSPB Ubaya), serta Disaster Network. Suasana pembukaan terasa sangat sakral dan meriah saat tarian tradisional Bali, Tari Sekar Jagat, disuguhkan sebagai lambang penghormatan serta keramahan menyambut seluruh tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Undiknas yang diwakili secara langsung oleh Dekan Farmakes Undiknas, Dr. Kadek Januarsa Adi Sudharma, S.H., M.H., CPCLE., C.MED., CCD., secara resmi membuka jalannya seminar nasional ini. Kehadiran para pimpinan lembaga strategis seperti BPBD Provinsi Bali, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Bali, hingga perwakilan belasan perguruan tinggi ternama kian menegaskan reputasi Undiknas sebagai kampus terbaik Bali. Ratusan peserta yang memadati ruangan menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap forum ilmiah krusial yang mengupas tuntas isu keselamatan jiwa manusia ini.


Perspektif Kemanusiaan dan Peran Strategis Psikologi Kebencanaan
Dalam pidato sambutannya yang menggugah, Dekan Farmakes Undiknas menegaskan bahwa bencana bukan sekadar peristiwa alam semata, melainkan sebuah persoalan kemanusiaan yang mendasar. Dampak buruk dari suatu bencana sering kali dirasakan secara tidak setara, di mana kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan menghadapi risiko bahaya yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, pendekatan yang inklusif, adaptif terhadap dinamika perubahan, serta berkelanjutan menjadi kunci utama dalam merancang sistem mitigasi risiko bencana. Secara khusus, bidang keilmuan psikologi memiliki peran yang amat strategis dalam membangun ketangguhan mental, kepedulian sosial, kemampuan mengambil keputusan cepat saat krisis, hingga pemulihan psikologis pascabencana. Diskusi yang dihadirkan dalam forum ini mengadopsi standar serta wawasan global yang komprehensif, sepadan dengan kapasitas pembelajaran di tingkat Kampus internasional. Dekan Farmakes juga menyoroti pentingnya pengetahuan yang kuat dan jaringan yang luas karena tidak ada satu pun institusi yang sanggup berdiri sendiri dalam menghadapi ancaman bencana.
Sesi Keynote Speaker dan Pemaparan Para Pakar Psikologi
Momen inti seminar diisi oleh Sesi Keynote yang menghadirkan tiga pakar terkemuka, yaitu Ni Putu Ayu Puryani, S.STP., M.A.P., Dr. Setiasih, M.Kes., Psikolog, dan Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana, M.Psi., Psikolog. Dipandu oleh moderator berpengalaman, Ni Nyoman Imas Pradnyanita Wistarini, S.Psi., M.Psi., Psikolog, diskusi berlangsung amat interaktif serta sarat akan wawasan praktis. Sebagai bukti penguatan jejaring, prosesi penyerahan plakat dilakukan antara Dekan Farmakes Undiknas dengan Direktur KSPB Ubaya Dr. Listyo Yuwanto. Sinergi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, fasilitas kesehatan, dan lembaga kemanusiaan ini menjadi wujud nyata dari Kolaborasi berdampak yang memberikan dorongan positif bagi masyarakat luas. Setelah sesi foto bersama dan ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi para peneliti dalam sesi Call for Papers yang terbagi di beberapa ruang chamber khusus. Seluruh rangkaian acara tersebut dirancang secara sistematis untuk memastikan ide-ide inovatif dari para peneliti dapat terfasilitasi dan terdistribusi dengan baik.
Komitmen Nyata Farmakes Undiknas Mewujudkan Indonesia Tangguh Bencana
Seminar nasional ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pertukaran gagasan di atas kertas semata, melainkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pemangku kebijakan. Melalui akselerasi peran Program Studi Psikologi, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Undiknas kembali membuktikan kualitasnya sebagai Kampus Berdampak yang hadir menjawab tantangan riil di masyarakat. Hasil riset dan gagasan yang dihimpun dari para akademisi akan disalurkan guna memperkuat sistem kesiapsiagaan serta ketangguhan mental masyarakat menghadapi krisis. Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh panitia, narasumber, mitra kemanusiaan, serta peserta yang telah berkontribusi aktif hingga penutupan acara. Keberhasilan sinergi ini menjadi pijakan awal yang kokoh untuk membangun jejaring penanggulangan bencana berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat luas kini menantikan langkah-langkah nyata berikutnya dari Undiknas dalam mencetak inovasi keilmuan yang berdampak langsung pada keselamatan bangsa.
Baca juga: Tim Farmasi Undiknas Tembus Top 10 Badung Festival Inovasi 2026




