
Sering Keluhkan Nyeri Punggung? Ternyata Ini Bahaya Tersembunyi di Meja Belajar Siswa SD!
DENPASAR – Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana posisi duduk buah hati saat belajar atau seberapa berat tas yang mereka panggul setiap hari? Jangan dianggap sepele! Kebiasaan buruk pada masa pertumbuhan bisa berdampak permanen pada tulang belakang anak. Menanggapi fenomena ini, Tim Dosen Fisioterapi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) turun langsung ke lapangan. Pada Rabu, 15 April 2026, mereka menggelar aksi pengabdian masyarakat di SD Negeri 17 Dauh Puri, Denpasar, untuk membongkar rahasia di balik postur tubuh ideal dan ergonomi peralatan sekolah.
Ancaman “Silent Killer” di Ruang Kelas
Banyak orang tua dan guru sering kali tidak menyadari bahwa fasilitas belajar yang kurang memadai dapat memicu gangguan kesehatan serius pada anak sejak usia dini. Dalam kegiatan pengabdiannya, Tim Fisioterapi Undiknas menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera diwaspadai, mulai dari ketidaksesuaian dimensi meja dan kursi dengan antropometri siswa yang dapat memicu posisi membungkuk, hingga kebiasaan membawa beban tas sekolah yang berlebihan yang menjadi pemicu utama gangguan tulang belakang. Selain itu, posisi statis atau duduk diam dalam waktu lama tanpa postur yang benar terbukti menyebabkan keluhan nyeri leher serta kondisi bahu yang tidak simetris.
“Masa pertumbuhan anak merupakan fase penting dalam pembentukan postur tubuh. Kebiasaan duduk yang tidak tepat serta penggunaan meja-kursi yang tidak sesuai ukuran dapat memicu gangguan postur seperti membungkuk, bahu tidak simetris, hingga keluhan nyeri leher dan punggung pada usia dini,” ungkap Vida Nanda Chattalia Tim Dosen Fisioterapi Undiknas saat memberikan edukasi di SD Negeri 17 Dauh Puri. Jika masalah ini dibiarkan tanpa penanganan ergonomi yang tepat, risiko gangguan muskuloskeletal tersebut dikhawatirkan akan terus menghantui mereka hingga dewasa.

Solusi Cerdas dari Tim Fisioterapi Undiknas
Tak hanya melakukan observasi dan pengukuran antropometri, tim pakar dari Undiknas juga memberikan edukasi praktis yang bisa langsung diterapkan baik di sekolah maupun di rumah untuk menjaga kesehatan siswa. Tim memberikan panduan mengenai posisi duduk ideal, termasuk teknik posisi menulis dan membaca yang benar guna menjaga kesehatan tulang belakang anak sejak dini. Selain itu, para siswa dan orang tua diberikan pemahaman mengenai batas aman beban tas sekolah serta cara penggunaan tas yang benar agar tidak membebani punggung secara berlebihan. Sebagai langkah preventif di lingkungan sekolah, tim juga membekali para pengajar dengan strategi khusus yang dapat diterapkan guru di kelas untuk mengurangi risiko kelelahan otot siswa akibat posisi duduk statis yang terlalu lama.
Komitmen Undiknas untuk Generasi Sehat
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Program Studi Fisioterapi Undiknas berkomitmen menjadikan hasil penelitian ini sebagai dasar rekomendasi fasilitas belajar yang lebih ramah bagi pertumbuhan anak. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dasar, diharapkan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan ergonomis bukan lagi sekadar impian, melainkan standar wajib bagi semua siswa.

Mengenal Program Studi Fisioterapi Undiknas
Program Studi Fisioterapi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu fisioterapi mutakhir berbasis evidence-based practice. Melalui pendekatan ilmiah yang kuat, #prodifisioterapi ini aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab tantangan kesehatan di era modern. Dengan kurikulum yang dinamis, Fisioterapi Undiknas berkomitmen penuh untuk mencetak lulusan profesional yang tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Melalui aksi nyata seperti edukasi ergonomi di sekolah, institusi ini menegaskan perannya sebagai pelopor dalam penguatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Tag:Bangga Undiknas, Ergonomi Belajar, Farmakes Undiknas, FIK Undiknas, Fisioterapi Undiknas, Kampus Berdampak, Kampus Masa Kini, Kampus Milenial, Kampus Terbaik Bali, Kampus Unggul, Kampus-Milenial-Bali, Kesehatan Muskuloskeletal, Nyeri Punggung Siswa, Postur Tubuh Anak, Research, SD Negeri 17 Dauh Puri, SDGs, Undiknas Bali, Undiknas Besar, Undiknas Kampus Berdampak, Undiknas Kampus Milenial Bali, Undiknas Kampus Terbaik, Undiknas Kampus Unggul



