
Ubah Sampah Jadi Cuan: UKM Kewirausahaan Undiknas Sukses Gelar KWH Abdi PM 2026 di Desa Taro
GIANYAR – UKM Kewirausahaan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kembali menunjukkan aksi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui program KWH Abdi PM Undiknas 2026, puluhan mahasiswa terjun langsung ke Desa Adat Taro untuk mengedukasi warga mengenai potensi ekonomi di balik pengelolaan sampah organik.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian acara ETNEXTION ini berlangsung selama dua hari satu malam, mulai Sabtu, 7 Maret hingga Minggu, 8 Maret 2026. Bertempat di Obyek Wisata Lembu Putih, Gianyar, acara ini mengusung dua misi utama: sosialisasi bisnis kreatif dan kerja sosial lingkungan.
Inovasi Maggot: Solusi Sanitasi Sekaligus Peluang Bisnis
Fokus utama kegiatan tahun ini adalah pemanfaatan maggot (larva lalat Black Soldier Fly) sebagai agen pengurai sampah rumah tangga. Dengan tema “Developing Organic Waste Into Useful Business Products”, para peserta diajak memahami bahwa limbah organik bukan sekadar masalah, melainkan aset yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual
Kegiatan ini mencakup sosialisasi edukatif yang menghadirkan narasumber ahli untuk memaparkan materi mengenai strategi mengubah sampah organik menjadi produk bisnis yang bernilai guna. Selain teori, para peserta juga terjun langsung dalam praktik pengelolaan maggot sebagai upaya nyata untuk mengoptimalkan peran larva dalam menjaga sanitasi lingkungan. Rangkaian acara ini ditutup dengan kegiatan kerja sosial oleh seluruh anggota UKM Kewirausahaan UNDIKNAS sebagai bentuk pengabdian untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat di sekitar Desa Adat Taro.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Acara ini melibatkan total 75 panitia dan 56 peserta dari anggota UKM Kewirausahaan Undiknas angkatan 2024 dan 2025. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Desa Adat Taro, yang turut memberikan sambutan resmi dalam pembukaan acara.
“Tujuan dari KWH Abdi PM ini adalah agar anggota UKM Kewirausahaan tidak hanya cerdas berbisnis, tetapi juga mengenal lingkungan dan mampu memberikan solusi nyata bagi masalah masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah,” ujar kerua panitia.
Meski sempat menghadapi beberapa kendala teknis di lapangan, seluruh rangkaian acara dilaporkan berjalan lancar dan sesuai rencana. Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Adat Taro dapat menjadi pionir dalam pengelolaan sampah mandiri yang berbasis ekonomi kreatif di masa depan.









