
Fakultas Pariwisata Undiknas bersama Asisten Deputi Bidang Manajemen Strategis Kemenpar Jajaki Kerjasama Riset Sambut Outlook Pariwisata Indonesia 2026
DENPASAR, 30 Desember 2025 – Merespons dinamika sektor pariwisata yang tengah bergerak menuju paradigma baru, Fakultas Pariwisata Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menggelar pertemuan strategis dengan Asisten Deputi Bidang Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Pertemuan ini bertujuan menjajaki kolaborasi riset yang selaras dengan visi nasional sebagaimana tertuang dalam Indonesia Tourism Outlook 2026. Diskusi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan akademis Undiknas, antara lain Dekan Fakultas Pariwisata Dr. Kutha, Kaprodi Destinasi Pariwisata Dr. Sri Wisuda, Kaprodi MICE & Event Manajemen Winda Yanti, M.Sc., serta Cahya, dosen dari program studi MICE.
Agenda utama pertemuan berfokus pada sinkronisasi peta jalan penelitian akademis dengan insight strategis pemerintah, khususnya terkait transformasi dari kuantitas menuju kualitas (quality tourism) yang menjadi jiwa dari Outlook 2026. Dokumen outlook tersebut, yang disusun secara kolaboratif oleh Kemenpar, Bappenas, dan Bank Indonesia, menekankan urgensi pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan bernilai tambah ekonomi tinggi. Dekan Fakultas Pariwisata Undiknas, Dr. Kutha, menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi memegang peran vital dalam menyediakan landasan ilmiah bagi kebijakan publik.
“Kami menyambut baik Outlook Pariwisata Indonesia 2026 yang mengusung tema ‘Quality Sustains Future’. Sebagai akademisi, kami melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menyuplai riset yang tidak hanya teoretis, tetapi juga aplikatif dalam mendukung transisi menuju pariwisata berkualitas. Kolaborasi ini adalah langkah konkret Undiknas untuk memastikan kurikulum dan riset kami relevan dengan tantangan nasional,” ungkap Dr. Kutha.
Dalam Tourism Outlook, isu keberlanjutan (sustainability) dan pelestarian lingkungan menjadi sorotan utama, di mana risiko lingkungan seperti perubahan iklim diprediksi menjadi tantangan struktural bagi pariwisata global. Menanggapi hal ini, Dr. Sri Wisuda selaku Kaprodi Destinasi Pariwisata menyoroti pentingnya riset mengenai daya dukung (carrying capacity) dan manajemen destinasi regeneratif.
“Outlook 2026 secara eksplisit menyebutkan pergeseran preferensi wisatawan menuju pengalaman yang lebih autentik dan ramah lingkungan. Kerjasama riset ini akan kami arahkan untuk membedah bagaimana destinasi di Indonesia, khususnya Bali, dapat menerapkan standar Green Quality dan menjaga keseimbangan ekologis tanpa mengorbankan nilai ekonomi,” jelas Dr. Sri Wisuda.
Sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) juga menjadi bahasan krusial. Mengacu pada data Outlook, sektor MICE diproyeksikan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 9%, didorong oleh tren bleisure (bisnis dan leisure) yang semakin mengaburkan batas antara bekerja dan berlibur.
Winda Ya nti, M.Sc., Kaprodi MICE & Event Manajemen, menyatakan kesiapannya untuk mendukung tren ini melalui kajian akademis. “Pasar MICE sedang berevolusi. Kami melihat peluang riset yang besar dalam pengembangan event yang berkelanjutan dan integrasi teknologi dalam manajemen event. Sinergi dengan Kemenpar akan memungkinkan kami memetakan kompetensi SDM yang dibutuhkan untuk mengisi pos- pos strategis di sektor ini pada 2026,” ujarnya.
Menambahkan perspektif teknis, Cahya, dosen Prodi MICE, menyoroti aspek digitalisasi yang menjadi enabler utama dalam outlook tersebut. “Adopsi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital dalam mempersonalisasi pengalaman wisatawan adalah keniscayaan. Riset bersama ini diharapkan dapat menghasilkan model adaptasi teknologi yang tepat guna bagi pelaku industri MICE lokal agar tidak tertinggal dalam kompetisi global,” tambahnya.
Penjajakan kerjasama ini diharapkan segera bermuara pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan memayungi berbagai kegiatan penelitian bersama, pengabdian masyarakat, dan perumusan rekomendasi kebijakan strategis demi mewujudkan pariwisata Indonesia yang tangguh dan berkelas dunia pada tahun 2026.



