Untuk Perbaikan di Masa Depan, Undiknas Dijadikan Responden oleh BAN-PT

17 November 2017. 17:56

UNDIKNAS University patut berbangga karena satu di antara 10 PTN dan PTS di Indonesia yang dijadikan responden untuk menjaring kritik dan saran demi perbaikan kinerja BAN-PT di Tanah Air. Untuk itu, anggota Majelis Akreditasi BAN-PT masing-masing Prof. Bambang Suryoatmono dan Prof. H. Mansyur Ramli melakukan tatap muka dengan dosen, kajur dan pimpinan Un­diknas, Rabu (25/10) kemarin.

Tamu BAN-PT itu diterima Rek­tor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. bersama wakil rektor, para direktur, dekan dan kaprodi di Au­ditorium Dwi Tunggal Undiknas. Rektor Undiknas yang juga asesor BAN-PT dan asesor intemasional mengucapkan terima kasih karena Undiknas dipilih BAN-PT guna menjaring masukan.

Rektor Gede Sri Darma menegaskan, Undiknas tetap berkomitmen mengedepankan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu guna menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Ini disebutnya mencerdaskan anak bangsa guna menjadi SDM yang berdaya saing intemasional sesuai moto Undiknas “Smart, Digital and Global”.

Mansyur Ramli mengungkapkan, dipilihnya Undiknas sebagai respon­den bagi BAN-PT karena kampus ini termasuk terbaik di Indonesia Timur. Dari 10 PTN dan PTS yang dijadikan responden, salah satunya adalah Undiknas.

Hal tersebut juga menjadi penekanan Bambang Suryoatmono bahwa kunjungannya ke Undiknas dalam rangka mencari masukan dan kritikan atas kineija BAN-PT selama ini guna memberikan services excellence di masa mendatang. Hal ini sangat berguna bagi BAN-PT yang bertugas melakukan akreditasi pro­gram studi dan akreditasi institusi

Dipilihnya Undiknas juga karena kampus ini memiliki lima prodi yang terakreditasi A (Manajemen, Akuntansi, Hukum, Magister Manajemen dan MAP) dan masuk peringat 73 dari 4.629 PTN dan PTS di Indonesia sekaligus ranking I di Kopertis VIII.

Pada acara yang berjalan penuh kekeluargaan selama tiga jam terse­but, BAN-PT banyak mendapat masukan berharga dari dosen dan pimpinan Undiknas. Wakil Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa mempertanyakan hubungan standar nasional Dikti dengan tujuh standar BAN-PT yang tampaknya perlu disinkronkan serta dosen yang mendapat hibah multiyears belum sinkron dengan harapan BAN-PT yang mensyaratkan dosen wajib meneliti setiap tahun.

Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma yang akan mengakhiri masa tugasnya pada 2019 mendatang, juga memberi masukan berharga agar pelaksanaan visitasi ditambah supaya asesor memiliki banyak waktu untuk meng-croos check kebenaran data yang disampaikan.

Terhadap semua masukan dan kritikan tersebut, Mansyur Ramli dari Universitas Muslim Indonesia Makassar dan Bambang Suryotmono dari Universitas Parahyangan Band­ung menyampaikan terima kasih. Semua masukan civitas akademika Undiknas sangat berharga untuk perbaikan tugas dan fungsi BAN- PT ke depan. Ini berarti tujuannya turun ke Undiknas tepat. BAN-PT akan menerapkan sembilan kriteria melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO).

Sumber : Balipost.com