Undiknas Remi Buka Program Profesi Insinyur

06 May 2019. 18:57

Respon Nyata Undiknas Terhadap Peningkatan Mutu Insinyur Profesional

Denpasar - Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII telah mendapat kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai satu-satunya PTS di Bali yang memiliki izin untuk untuk membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI). Sebagai proses awal pembukaan PS PPI, Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Undiknas mengunggah kelengkapan borang akreditasi minimum usulan PS PPI ke laman Direktorat Kelembagaan IPTEK dan Dikti Kemenristekdikti pada 14 Agustus 2018 yang lalu.

Selanjutnya, sekitar 3.5 bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 28-29 Januari 2019, Tim Evaluasi lapangan dari Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti Kemenristekdikti telah mengadakan visitasi lapangan ke Undiknas Denpasar. Sinkronisasi antara dokumen yang dikirimkan oleh tim PS PPI Undiknas dengan kenyataan yang ada di lapangan menjadi sorotan utama tim evaluasi lapangan. Road to PS PPI merupakan kolaborasi-bersyarat antara 1 (satu) orang Dosen Insinyur Professional Utama (IPU) dan 10 (sepuluh) Dosen Insinyur Professional Muda (IPM). Dekan FTI, dibawah pimpinan Bapak Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPM., menyatakan kesiapannya dalam menjalankan Undang-Undang No. 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran dan Permenristekdikti  No. 35 Tahun 2016  tentang  Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, penantian besar itu akhirnya terwujud. Bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Kamis, 2 Mei 2019 yang lalu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. secara resmi telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menristekdikti Nomor: 282/KPT/I/2019 tentang izin pembukaan PS PPI di Undiknas kepada Rektor Undiknas Denpasar, Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. Aktualisasi penyelenggaraan PS PPI di Indonesia dan Bali pada khususnya, akan menjadi kekuatan dalam memberikan perlindungan kepada pengguna profesi keinsinyuran dan pemanfaatan keinsinyuran melalui pengajaran kompetensi dan peningkatan mutu kerja insinyur profesional, ungkap Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., Rektor Undiknas.

Suatu kebanggaan bagi PS PPI Undiknas yang pada tahun akademik 2019/2020 ini, akan menerima mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) angkatan pertama Tahun 2019. Sebagaimana disebutkan dalam Permenristekdikti No. 26 Tahun 2016, RPL merupakan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang dari pendidikan formal/non-formal/informal dan/atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal. Dengan sistem RPL ini, maka seseorang yang memiliki pendidikan atau keahlian dalam bidang profesi teknik dapat diakui dan memiliki sertifikat insinyur. Sesuai amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, setiap orang yang berpraktek keinsinyuran wajib memiliki Sertifikat Keinsinyuran yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi Terkualifikasi di Indonesia.

Ir. I Wayan Suriana, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi PS PPI mengaku optimis dan siap bersaing dengan PTN dan PTS lainnya di Indonesia, dalam mendapatkan mahasiswa yang memenuhi kuantitas standar kelas RPL. Sungguh suatu kebanggaan bagi FTI Undiknas mampu memiliki Program Profesi Insinyur yang terkualifikasi dan siap berkontribusi demi memnuhi kuantitas dan meningkatkan kualitas insinyur di Indonesia secara profesional.