Undiknas Mempererat Kerjasama Dengan Provinsi NTT Melalui Seminar Nasional

10 May 2017. 08:55

Pada hari Sabtu, 29 April 2017 telah dilaksanakan seminar nasional bertajuk ”Model kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi Indonesia bagian timur (studi kasus provinsi Nusa Tenggara Timur)“ yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar dengan narasumber Bapak Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya. Pada kesempatan ini juga mahasiswa NTT Undiknas memberikan penyambutan secara adat didampingi oleh jajaran pimpinan Undiknas. Acara seminar dibuka oleh Wakil Rektor Undiknas, Dr. Nyoman Sri Subawa mewakili Rektor Undiknas untuk menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi atas kedatangan Bapak Gubernur di Auditorium Dwitunggal Undiknas untuk memberikan pemaparan tentang kemajuan NTT terutama bidang pariwisata. Juga disampaikan terima kasih dengan penandatanganan MOU antara Undiknas dan pemerintah provinsi NTT untuk kerjasama Tri Dharma yaitu bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada kesempatan ini juga Bapak Gubernur NTT ikut memberikan sambutannya dan mengucapkan terima kasih atas penyambutan dari pihak Undiknas serta berpesan agar mahasiswa NTT di Undiknas tekun menuntut ilmu dan nantinya dapat berkontribusi positif bagi pembangunan  NTT.

Pada seminar yang dimoderatori oleh Dr. I Nyoman Subanda (Dekan FISIP Undiknas) ini dimulai dengan pemaparan tentang provinsi NTT dan visi misi ke depannya oleh narasumber.  Bapak Gubernur menyampaikan posisi strategis NTT secara geopolitik yang langsung berbatasan dengan Timor Leste serta Australia baik secara darat, laut dan udara. Secara geografis, NTT juga merupakan provinsi kepulauan dengan sumber daya alam laut yang sangat melimpah serta jumlah pulau yang mencapai 1192 buah. Oleh karena itu potensi ekonomi NTT sangat tinggi dan juga didukung dengan ikon seperti Pulau Komodo sebagai daya tarik pariwisata. Disamping itu potensi kayu cendana, ternak sapi dan budidaya rumput laut juga akan dapat meningkatkan ekonomi rakyat. Hal ini telah didukung oleh pemerintah pusat dengan pembangunan infrastruktur seperti, pelabuhan, bandara, jalan, jembatan dan lain-lain.

Strategi pembangunan dilaksanakan dengan prinsip Anggur Merah (anggaran untuk rakyat menuju sejahtera) dengan model pembangunan desa yang mandiri. Ini dilakukan untuk mencapai enam tekad pembangunan yaitu menjadikan NTT sebagai provinsi jagung, ekonomi perikanan-kelautan, NTT destinasi pariwisata dunia, provinsi cendana, provinsi ternak dan provinsi koperasi. Setelah usai pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Subanda diikuti oleh peserta yang mayoritas mahsiswa sarjana dan pasca sarjana dengan antusias. Pertanyaan dari mahasiswa NTT yang menyakan komitmen pemerintah NTT tentang peningkatan sumber daya manusia untuk pembangunan NTT yang berkelanjutan. Juga muncul pertanyaan tentang pembentukan badan otoritas pariwisata Labuan Bajo, dan lain-lain. Secara umum, seminar nasional ini telah membuka wawasan peserta tentang NTT dan bagaimana peran serta kita masyarakat Indonesia yang lain dan Bali khususnya untuk ikut serta berpartisipasi dalam membantu pembangunan NTT disamping juga kegiatan kerjasama ekonomi serta peluang investasi sangat terbuka lebar demi mencapai kemajuan ekonomi bersama. Ke depannya, kerjasama Undiknas dan pemerintah NTT diharapkan akan semakin erat dengan telah ditandatanganinya MOU dan telah disepakatinya pemberian beasiswa bagi masyarakat NTT yang ingin menempuh program Magister di Undiknas.