Undiknas Luncurkan Prodi Teknologi Informasi "Termasuk Prodi Unggulan dan Langka"

17 November 2017. 18:23

MENRISTEK Dikti memberi kepercayaan penuh kepada Undiknas University guna membuka program studi (prodi) baru yakni Prodi  Teknologi Informasi. Izin Menristek Dikti  soal Prodi Teknologi Informasi  ini diserahkan Koordinator Kopertis  VIII Prof.  I Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si. kepada Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA., Rabu (15/11) kemarin.

Prodi Teknologi Informasi ini termasuk prodi unggulan dan  langka. Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa mengungkapkan, prodi ini dikatakan unggulan karena  prodi ini memiliki pasar kerja yang  bagus  di mana semua pekerjaan memerlukan teknologi informasi (TI). Dikatakan langka karena baru Undiknas satu-satunya PTS di wilayah  Bali, NTB dan NTT yang memiliki  Prodi Teknologi  Informasi. Sedangkan di PTN baru dimiliki oleh Unud.  Sementara PTS atau sekolah tinggi teknologi lainnya bukan dalam bentuk Prodi Teknologi Informasi.

Dasi Astawa menyebut untuk meraih izin Prodi Teknologi Informasi sangat sulit. Namun karena Undiknas dikenal sebagai kampus yang mengedepankan mutu dan kualitas, maka hanya diberikan kepada Undiknas. Dengan harapan setelah izin  diberikan, prodi dikelola dengan baik  dan menghasilkan SDM Bali yang  bermutu. Setelah enam bulan  izin diserahkan, pihak Undiknas sudah bisa mengajukan akreditasi.

Sebagai warga Undiknas, Dasi Astawa juga bersyukur prodi ini jatuh ke kampus Undiknas yang menjadi kampus terbaik di Bali, NTB dan  NTT tahun ini. Sekaligus  Undiknas  University kini menjadi kampus kebanggaan masyarakat Bali.

Usai menerima izin Prodi Teknologi Informasi, Rektor Undiknas Prof.  Gede  Sri Darma, DBA. bersama Wakil Rektor Dr. Nyoman Sri Subawa, para direktur dan dekan langsung meluncurkan pendaftaran calon  mahasiswa baru prodi  ini dimulai 2018 nanti.

Dia sangat bersyukur karena usulan dalam pengajuan prodi baru oleh  Undiknas diterima oleh pemerintah.  Prodi Teknologi  Informasi ini akan berada di bawah Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi. Dengan demikian Undiknas kini memiliki 11 prodi dan memenuhi syarat PT sehat minimal memiliki 10 prodi dan lima prodi meraih akrteditasi A.

Prof. Gede Sri Darma menegaskan Prodi Teknologi Informasi yang  dimaksud beda dengan yang sudah  dibuka oleh sejumlah sekolah tinggi.  Teknologi Informasi yang dibuka Undiknas menekankan pada keunggulan teknologi yang digunakan untuk  memanajemen informasi. Sementara  lulusannya nanti bergelar Sarjana  Teknik Informasi (STI).

Dia menegaskan bahwa pasar kerja  lulusannya diperlukan di semua lembaga,  apalagi sekarang eranya  digital dan era milenia. Profil lulusannya diharapkan mampu menggunakan teknologi, membuat sistem  informasi dengan  teknologi tinggi. Prodi ini dia yakini akan menjadi rebutan anak muda ke depan sama dengan larisnya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Pada pendaftaran calon mahasiswa  baru 2018 nanti, katanya, Undiknas akan memprioritaskan lulusan segar SMA dan SMK di Bali. Mereka akan diajarkan dari nol oleh dosen muda bergelar magister dan doktor di Undiknas. Selain menjadi SDM dengan kompetensi Teknologi Informasi, mereka juga disiapkan menjadi lulusan yang matang secara intelektual, sosial dan berkarakter. Artinya, selain menguasai ilmu, lulusannya disiapkan memiliki kompetensi menciptakan dan merancang  serta mengaplikasikan Teknologi Informasi. Makanya dia menyebut Prodi Teknologi Informasi yang dimiliki Undiknas adalah alat memanajemen informasi.

‘’Prodi baru Teknologi Informasi ini merupakan berkah buat Undiknas di tengah maraknya penggunaan  digital oleh masyarakat milenial,’’ ucap Rektor yang juga sebagai Ketua Ikatan Profesi Komputer dan  Informasi (IPKIN) Bali  ini. Sehingga momentum tersebut  ke depannya akan dimanfaatkan secara maksimal oleh Undiknas untuk ikut serta dalam membangun  anak bangsa melalui Prodi Teknologi Informasi ini. Itu cukup beralasan karena IT akan mampu mendesain dan mengimplementasikan  teknologi untuk mengelola informasi dalam sebuah sistem di berbagai industri.

Sumber : Balipost.com