Undiknas Kerja Sama dengan Pegadaian Gelar Seminar ’’Bijak Berinvestasi di Usia Muda’’

16 May 2016. 15:28

UNDIKNAS University menjalin kerja sama dengan Pegadaian dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Naskah kerja sama ditandatangani Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. Dengan Deputy Business Pegadaian Kanwil VII Denpasar Nasrudin Dali, Rabu (27/4) kemarin. Usai penandatanganan naskah kerja sama dilakukan Seminar ‘’Bijak Berinvestasi di Usia Muda’’ dengan menghadirkan pembicara Sa?r Senduk, CFP. 

Rektor Prof. Gede Sri Darma mengatakan, teori investasi terus berkembang. Yang terbaru dikenal dengan sebutan 4321. Artinya, 40 persen uang kita gunakan untuk biaya operasional, 30 persen untuk investasi, 20 persen  untuk menambah pengetahuan dan 10 persen untuk kegiatan sosial. Makanya, dia mengatakan investasi yang kita tanam sangat linier dengan penghasilan yang akan diperoleh. Bentuk investasi  yang paling mudah adalah menabung, kemudian berkembang memiliki deposito, membeli emas dan terakhir investasi saham di reksadana. Untuk itu, dia menekankan 300 mahasiswanya yang hadir di seminar itu tetap berhati-hati ikut investasi agar tak terkena tipu.

Rektor Gede Sri Darma didampingi Direkrut Marketing dan Kerja Sama Dr. IB Teddy Prihantara, M.Si. menyambut baik kerja sama Undiknas University dengan Pegadaian dalam bentuk pemberian informasi soal bisnis emas dan bentuk investasi lainnya. ‘’Pegadaian juga perlu melakukan investasi gedung di Undiknas University,’’ ujarnya berseloroh.

Bagi dia, kerja sama ini selalu mendatangan win win solution. Undiknas diuntungkan dengan datangnya mitra baru mendidik anak bangsa, sementara bagi Pegadaian sebagai media untuk menyebarluaskan produk-produknya.

Deputy Business Kanwil VII Pegadaian Denpasar Nasruddin  Dali mengungkapkan, Pegadaian sebagai BUMN dituntut memberi kontribusi untuk negara. Tahun lalu, besarnya kontribusi Pegadaian menempati posisi ke-11 terbaik dari 100 lebih BUMN. Tahun 2016, Pegadaian diharapkan mampu berkiprah lebih banyak lagi. Namun, diakuinya, masih banyak warga yang belum mengerti produk-produk Pegadaian.

Dia menegaskan, Pegadaian memiliki berbagai produk inovasi seperti warung bergerak, kredit pengusaha dan yang saat ini ngetren yakni bisnis emas.  Hasil survei menunjukkan belum banyak masyarakat yang memiliki tabungan emas. Padahal, harga emas di dunia cenderung naik.  Disamping itu, Pegadaian juga memiliki program asuransi dengan premi Rp 50 ribu per bulan. Lewat program Pegadaian Goes to Campus ini, dia ingin memberi pemahaman yang benar soal bisnis dan investasi menguntungkan di Pegadaian.

Sementara itu, Sa?r Senduk, CFP. di seminar tampil atraktif. Dia mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa siapakah yang berpeluang hidup kaya antara karyawan, profesional dan pengusaha. Kontan saja dijawab serentak pengusaha oleh mahasiswa. Alasannya, karyawan tergantung pada gaji dari perusahaan, kalangan profesional tergantung honor per jam dan lamanya jam kerja, sementara pengusaha tergantung pada omzet dan penjualan. Dengan lugas Sa?r Senduk mengatakan semua orang bisa kaya tergantung pada besarnya investasi mereka. Yang paling kaya adalah yang investasinya paling banyak. Makanya, dia menegaskan kaya  tak bisa dilihat dari tingginya jabatan seseorang dan profesi seseorang, melainkan banyaknya investasi seseorang.