Teknik Elektro Undiknas segera buka Profesi Insinyur

08 August 2016. 10:46

Undiknas kembali mencetak prestasi gemilang, setelah menjadi member ABEST21 yang bermarkas di Tokyo Jepang, kini seluruh Tim Elektro Undiknas telah meraih gelar IPM (Insinyur Profesional Madya) sebanyak 8 orang dan Rektor Undiknas sendiri, Prof. Ir. Gede Sri Darma, S.T., M.M., D.B.A. IPU yang telah meraih gelar profesi IPU (Insinyur Profesional Utama). Gelar profesi tersebut diperoleh setelah dilakukan penilaian dan wawancara oleh Majelis Penilai dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat yang bermarkas di Jakarta. Seluruh Tim Elektro Undiknas telah tersertifikasi dengan baik dan sudah memiliki pengalaman yang matang penanganan kegiatan keinsinyuran bidang elektro dan teknologi informasi. Selain baik dalam bidang pendidikan, dosen-dosen Teknik Elektro Undiknas juga secara profesional mengetahui etika profesi dan teknis pekerjaan yang sesungguhnya dilapangan.

Berbekal hasil tersebut, Teknik Elektro Undiknas sudah melakukan pembentukan profesi insinyur yang sebentar lagi akan dibuka. Dimana persyaratan untuk mendirikan program profesi insinyur adalah minimal memiliki 6 orang IPM dan 1 IPU, jadi Teknik Elektro Undiknas telah memenuhi syarat tersebut. Teknik elektro Undiknas segera melakukan koordinasi dengan KEMENRISTEKDIKTI dan PII dalam menyiapkan kurikulum. Program profesi insinyur ini nantinya akan beroreintasi ke dalam dunia kerja dimana 70% adalah melakukan magang di perusahaan dan 30% kegiatan di kelas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah dan industri di dalam pelaksanaannya.

Jika program ini dibuka maka Teknik Elektro Undiknas mejadi satu-satunya prodi yang memiliki jenjang profesi insinyur bidang Kejuruan Elektro se-Indonesia bagian Timur. Seluruh alumni Teknik Elektro Undiknas yang ingin mendapat pengukuhan sebagai insinyur serta melanjutkan ke jenjang insinyur profesional nantinya dapat menempuh jalur profesi di Undiknas. Hal ini adalah bentuk nyata kepedulian Undiknas membuatkan wadah kepada para alumni untuk menempuh jalur profesi serta mencetak lulusan yang bermutu dan siap bersaing di tataran internasional.

Sekali lagi dijelaskan bahwa kedepan hanya SDM yang berkualifikasi IPM dan IPU yang berhak bersaing memenangkan proyek-proyek bertaraf internasional. Karena dalam era MEA ini proyek-proyek bernilai tinggi di suatu Negara boleh dikerjakan oleh SDM dari Negara lain yang sudah memiliki sertifikasi IPM dan IPU.