Tahun Ini, Undiknas University Buka Prodi Teknologi Informasi

17 November 2017. 17:46

Semua Prodi Ditargetkan Raih Akreditasi A

UNDIKNAS University kini menjadi kampus kebanggaan masyarakat Bali. Tahun ini, Undiknas membuka program studi (prodi) baru Teknologi Informasi (TI) yang berada di bawah Fakultas Teknik Undiknas. Hal itu diungkapkan Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA di sela-sela lokakarya tiga hari pengisian akredi­tasi bagi semua pejabat di Undiknas yang digelar di Auditorium Dwi Tunggal, Kamis (19/10) kemarin.

Mulai tahun ajaran baru ini, Prodi Teknologi Informasi sudah menerima calon mahasiswa baru. Dengan demikian, Undiknas kini memiliki 11 prodi dan memenuhi syarat pergu- ruan tinggi sehat minimal memiliki 10 prodi.

Di sisi lain, sejak Senin lalu Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma mengumpulkan 76 pejabat di Undiknas untuk dilibatkan dalam lokakarya pengisian akreditasi. Mereka yang terlibat mulai dari unsur pimpinan, advice senior, para direktur, kepala bagian hingga pimpinan unit terbawah. Hal ini dilakukan guna menyamakan langkah memenuhi target semua prodi di Undiknas meraih akreditasi A dan AIPT dari B menuju A.

Materi diberikan langsung oleh Prof. Gede Sri Darma yang bertindak selaku asesor BAN-PT yang juga asesor internasional per 1 Oktober lalu dari the Aliance on Business Education and Scholarship for Tomor­row in 21st Century (ABEST21). SK untuk asesor ABEST21 diserahkan Presiden ABEST21 Prof. Fumio Itoh kepada Rektor Undiknas University saat berkunjung ke kampus ini

Dari 11 prodi di Undiknas, lima sudah terakreditasi A yakni Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum, Magister Manajemen dan Magister Administrasi Publik (MAP), dua masih baru, yakni MH dan Teknologi Informasi, serta empat meraih akre­ditasi B.

Yang menarik, para pejabat yang sebagian doktor dan guru besar ini wajib mengikuti prates sebelum mengikuti lokakarya. Hal ini di­lakukan guna mendapat gambaran yang jelas soal pemahaman dosen dan pimpinan tentang pengisian borang akreditasi. Sebab, banyak pejabat yang ditunjuk adalah anak muda yang dikolaborasi dengan dosen senior. Dengan kata lain, sebagian pejabat adalah pengelola baru.

Sebelum masa akhir jabatannya pada 2018, Gede Sri Darma ingin mentransfer cara mengelola PT yang baik dan bermutu. Dengan demikian mutu pengelolaan kampus Undiknas tak sampai turun ketika dirinya tak lagi menjadi rektor, termasuk rank­ing Undiknas di tingkat nasional.

Strateginya, dengan pimpinan berbasis mutu, para pejabat akan termotivasi bagaimana mengelola prodi dan PT yang bermutu. Sebelumnya, pejabat baru ini hanya tahu soal mengajar dan Tri Dharma PT, jadi ketika dijadikan pemimpin atau manajemen dan pengelola, harus diperkuat kompetensi manajerialnya. Kunci suksesnya adalah penuh kepercayaan. Pemimpin yang penuh kepercayaan dipastikan berjalan sesuai SOP guna menghasilkan tata kelola prodi dan pendidikan tinggi bermutu.

Pada hari kedua, peserta diberi pemahaman soal materi manajemen perguruan tinggi berbasis BAN-PT. Di hari ketiga peserta menjalani 118 pertanyaan post test. Prof. Gede Sri Darma menargetkan pejabat di Undiknas mengantongi minimal skor 80 untuk bisa merebut akreditasi A. Selain itu, Undiknas yang memiliki visi "Smart, Digital and Global” didukung Badan Penjaminan Mutu (BPM) dan sistem pelayanan online terbaik di Bali.

Sumber : Balipost.com