Presiden Badan Akreditasi Internasional ABEST21

11 November 2017. 21:41

Jadi ’’Keynote Speech” di Undiknas

SEMAKIN intensnya interaksi antar negara seiring arus globalisasi yang semakin pesat mengakibatkan lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual. Dewasa ini lulusan perguruan tinggi harus mempunyai kompetensi lintas budaya (cross-cultural skill) untuk bisa memahami perbedaan lingkungan sosial antar negara, sehingga mereka bisa berkiprah di bidang bisnis atau profesi pada tataran global.

Hal ini diungkapkan Profesor Fumio Itoh, Presiden Badan Akreditasi Internasional ABEST21 yang berbasis di Jepang, ketika menjadi keynote speech di kampus Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Denpasar. Prof. Fumio Itoh hadir di Undiknas untuk mengikuti acara farewell party (pelepasan) mahasiswa Program Pascasarjana Undiknas Graduate School, Selasa (12/9) lalu.

Di hadapan Rektor Prof. Gede Sri Darma dan civitas akademika Undiknas, Prof. Itoh memberi apresiasi kepada Undiknas sebagai satu-satunya PTS di kawasan Indonesia Timur yang memegang membership ABEST21. karena telah melaksanakan program pendidikan sesuai standar dan best practice sebagaimana berlaku di tingkat internasional. Karenanya, ia tidak heran jika sebagian besar program studi di Undiknas memegang predikat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT serta Undiknas masuk ke dalam 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Prof. Sri Darma yang juga Direktor of Undiknas Graduate School menyambut baik kedatangan Prof. Itoh ke Undiknas, yang merupakan kunjungan pertama kalinya ke universitas di Bali. Sri Darma menegaskan, sebagai member ABEST21, Undiknas memiliki komitmen tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas serta melaksanakan proses peningkatan kualitas (quality improvement) secara berkesiriambungan, sesuai ketentuan dan filosofi yang dianut oleh Badan Akreditasi Internasional tersebut. Terlebih proses perkualiahan di Undiknas secara intensif disupervisi oleh ABEST21. sehingga kuahtas proses belajar-mengajar selalu terjaga dan terus mengakimi peningkatan.

Prof Sri Darma juga menegaskan bahwa keberhasilan Undiknas Gradute School pada September ini meyudisium lulusan Program Pascasarjana yang mayoritas memperoleh predikat cumlaude, adalah salah satu bukti nyata seriusnya proses perkuliahan di Undiknas. Proses belajar yang terjaga mutunya dan diawasi oleh Badan Akreditasi Internasional, lulusan Undiknas dipastikan mampu bersaing di dunia bisnis dan profesi yang saat ini diwarnai oleh era gangguan.

Dalam kiinjungannya ke Undiknas, Presiden ABEST21 juga hadir guna memonitoring kesiapan Undiknas sebagai tuan rumah kegiatan Dean’s Forum Meeting atau pertemuan dekan fakultas ekonomi dan bisnis dari universitas di seluruh dunia yang menjadi anggota ABEST21 pada November 2017. Dipilihnya Undiknas sebagai tuan rumah perhelatan akbar ini menunjukkan kepercayaan besar dari ABEST21 kepada Undiknas sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional.