PPS Undiknas Kembali Lahirkan Tiga Lulusan Peraih MBA

10 September 2016. 02:00

DIREKTUR Program Pascasarjana (PPS) Undiknas yang juga Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA., Sabtu (3/9) meyudisium 104 magister. Dari jumlah itu, 68 orang dari Magister Manajemen (MM) dan 36 orang dari Magister Administrasi Publik (MAP). Untuk kedua kali, Undiknas memberikan gelar akademik MBA kepada tiga lulusannya. Mahasiswa yang meraih gelar MBA yakni Ni Luh Sudianti, Martin Pangondian Gultom dan Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa. Dengan demikian, hingga kini PPS Undiknas sudahmemberikangelar MBA untuk lima lulusan terbaiknya. Suasana yudisium PPS Undiknas kali ini beda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa sudah dinyatakan lulus dan dikalungkan gordon, kali ini berbeda. Para dosen PPS Undiknas dipimpin Direktur PPS Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. memimpin rapat kelulusan, baru diumumkan kepada mahasiswa. Model baru ini diakui jauh lebih efektif dan efisien. Dikatakan efisien karena acara ini mahasiswa cukup datang dengan berpakaian putih-hitam. Sementara acara yudisium digelar di Auditorium Undiknas yang megah. Prof. Gede Sri Darma sangat senang dalam rapat dosen terjadi pertentangan sengit antara dosen penguji dan dosen pembimbing. Namun demikian, akhirnya sepakat untuk meluluskan 104 magister MM dan MAP. Gede Sri Darma menekankan, lulusannya yang meraih gelar MBA sudah melalui seleksi yang ketat dan berstandar internasional. Ketiganya memenuhi standar lulus dengan tes TOEFL minimal 550, tesisnya menggunakan bahasa Inggris dan IPK minimal 3,70. Iamengatakan bangga karena lulusan PPS Undiknas kali ini sebagian besar lulus dengan predikat cumlaude. Ini menunjukkan bahwa kualitas lulusannya berstandar nasional dan internasional. Untuk itu, tahun depan dia akan membuka satu kelas internasional guna mampu merebut pasar Asia dandunia. Dia juga bangga lulusan PPS Undiknas datang dari berbegai disiplin ilmu. Ada dari dokter, pengusaha dan PNS serta pegawai swasta. Untuk itu, dia berharap lulusan magister Undiknas terus mengisi diri untuk meningkatkan ekskalator kehidupan. ‘’Kami menjamin mereka diproses secara berkualitas,’’ ujarnya. Ditanya soal mulai September diberlakukan Penomoran Ijazah Nasional oleh Kemenristek Dikti, Prof. Gede Sri Darma sangat setuju guna menghindari ijazah palsu dan mahasiswa abal-abal. Sebab, selama ini ijazah dikeluarkan oleh PTS masing-masing. Bagi Undiknas yang menekankan kualitas, kebijakan tersebut sangat penting untuk mendapatkan lulusan PT yang benar-benar mengikuti proses secara benar. Selain itu untuk menekan praktik kecurangan yang pada akhirnya merugikan anak bangsa. Sementara itu, Wakil Direkrut PPS Undiknas Dr.A.A. N. Eddy Suryadinata Gorda, S.E., M.M. memaparkan, di Prodi MM 80, 88 persen lulus dengan predikat cumlaude. Lulusan terbaik dan tercepat diraih Ni Kadek Yuliandari dengan masa studi 433 hari. Peraih IPK tertinggi Martin Pangondian Gultom (3,98). Sementara itu di Prodi MAP, dari 36 magister yang dilepas, 52,78 persen meraih predikat cumlaude. Tampil sebagai lulusan terbaik, IPK tertinggi dan tercepat adalah Ida Bagus Perang Wibawa (3,96). Dia menyelesaikan studi dalam waktu 423 hari.