Mahasiswa Kelas Internasional Undiknas Kembali Bertandang ke Negeri Kangguru

21 May 2019. 12:56

Undiknas-ECU Australia: Internasional Enrichment Program Periode Mei 2019

Perth – Tepat di penghujung bulan Mei 2019, mahasiswa kelas internasional Undiknas bertandang ke negeri kangguru-Australia untuk mengikuti International Enrichment Program (IEP) 2019, yang merupakan program wajib untuk mahasiswa Undiknas program studi S1 Manajemen dan Akuntansi kelas internasional. IEP di desain dalam berbagai kegiatan antara lain; short course (mengambil mata kuliah serta belajar di kelas dengan pengajar asing), cultural exchange (pertukaran budaya dengan mahasiswa asing setempat), university visit (studi tour mengekplorasi kehidupan kampus di australia), dan company visit (mengunjungi perusahaan asing dan Kota Perth sebagai salah satu pusat bisnis di Australia).

IEP merupakan program unggulan kelas internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan Undiknas yang memiliki daya saing global. IEP melatih mahasiswa Undiknas untuk mandiri sebagai “international student”. Mereka menggunakan akomodasi kampus yang telah disediakan, beraktivitas dengan jadwal yang disiplin, dan tentunya melaksanakan perkuliahan secara penuh dari pagi hingga sore hari bersama dosen-dosen asing. Mata kuliah yang diintegrasikan dalam program ini diantaranya adalah; international business and economy, business communication, business ethics, cross cultural understanding, dan international business development. Menariknya setiap mata kuliah yang sudah diambil dalam program IEP ini otomatis terkonversi sesuai dengan klausal kerjasama yang sudah tertuang atara kedua universitas. Kegiatan cultural exchange yang didapat juga sangatlah bermanfaat, seperti belajar bersama dengan mahasiswa Australia, mengenal kebiasaan negara barat, mengeksplorasi Kota Bisnis Perth, dan berintreaksi secara mandiri dengan orang Australia. Kunjungan ke pusat bisnis dengan mengenalkan secara langsung proses pengelolaan, produksi dan pemasaran dalam bisnis di negara maju juga didapat dalam bentuk company visit program.

IEP terlaksana berkat realisasi kerjasama aktif antara Undiknas Denpasar dengan Edith Cowan University (ECU) Australia, yang telah terjalin sejak tahun 2016 lalu. Realisasi ini merupakan program ke-4 dari kegiatan sebelumnya yang sudah dilaksanakan, antara lain University Visit pada tahun 2017 sebayak 2 kali oleh Undiknas Graduate Program, dan IEP pertama pada November 2018 lalu. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Undiknas senantiasa berkomitmen untuk terus mengembangkan segala bentuk program internasional. Tidak semua PTS dibawah naungan LLDIKTI Wilayah VIII khususnya Bali dapat ‘secara langgeng’ menjadi university-partner dari kampus luar negeri. Keberhasilan Undiknas untuk dipercaya oleh badan akreditasi International Abest21 (Jepang-Asia Pasific) dan AACSB (USA) sebagai anggota yang aktif dalam melaksanakan aktivitas internasional dengan baik, juga memberikan nilai plus kepada Undiknas di mata internasional.

IEP akan mengenalkan mahasiswa Undiknas tentang pengalaman dan wawasan global yang nantinya akan mempersiapkan mereka untuk menghasilkan ide penelitian yang berkualitas internasional. Menjadi calon sarjana dengan memiliki pengalaman autentik dalam mengeksplorasi dunia asing secara nyata, tentunya akan lebih mudah menstimulasi ide-ide baru bagi mahasiswa sehingga mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas, ungkap Rektor Undiknas, Bapak Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M.

Beliau juga menambahkan bahwa sejalan dengan visi Undiknas untuk menjadi World Research University, kedepannya Undiknas diharapkan menjadi kampus berdaya saing Riset Internasional. Sebagai usaha nyata untuk mewujudkan visi Undiknas tersebut, Rektor Undiknas telah mengeluarkan Peraturan Rektor tentang kriteria penetapan wisudawan/wati terbaik. Di dalam Peraturan Rektor tersebut dijelaskan bahwa mahasiswa/i yang berhasil menghasilkan publikasi tulisan ilmiah pada jurnal internasional dan nasional terakreditasi, dapat lulus dan mendapat gelar sarjana strata 1 tanpa harus menulis skripsi. Bentuk apresiasi lainnya, mahasiswa/i tersebut juga dibebaskan dari biaya wisuda dan dinobatkan untuk predikat wisudawan/wati terbaik. Terpenting adalah hal ini mampu menjadi sumbangsih yang luar biasa bagi ranah pendidikan, karena Undiknas aktif melahirkan peneliti-peneliti muda yang berkualitas dengan raihan publikasi jurnalnya secara efektif.

Kedepannya diharapkan International Enrichment Program dapat menjadi embrio diraihnya Dual Degree Program sebagai bentuk realisasi nyata lainnya antara Undiknas dengan kampus-kampus di Australia.  [Intan Permata & Gus Bas-red]