Lulusan Undiknas Harus Paham Model Bisnis di Era Digital

06 June 2018. 10:50

UNDIKNAS Denpasar kembali melahirkan hu­man capital yang memiliki kompetensi dan siap berkontribuai untuk pembangunan bangsa. Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma. DBA., Sabtu (26/5) lalu mewisuda 188 Sarjana S-l dan S-2. Dengan demikian sejak berdiri 49 tahun lalu hingga kini Undiknas memiliki 41.064 alumni.

Lulusan terbaik IPK tertinggi di S-1 diraih Ni Kadek Diana Rosita, S.IKom. (3,86) dan di Pascasarjana dr. A.A. Sagung Detvi Radityani Nawang Wulan, S.Ked., MM. (3.98). Saat itu juga diumumkan bertambahnya tiga orang doktor di Undiknas yakni Agus Fredy Maradona, S.E,. Ak, MSA., Ph.D, Dr. Ida Ayu Oka Martini, S.E., M.M., dan Dr. I Nyoman Sedana S.E., M.I.Kom.

Acara wisuda Sarjana dan Pascasariana ke-79 dihadiri pendiri utama Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Drs. Ketut Sambreg, M.M., baserta Ibu Ni Nyoman Kundri. Koodinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dan Ketua Umum Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.

Dalam acara itu, Rektor Prof. Gede Sri Darma menekankan pentingnya menjaga komitmen pendiri bangsa memilih “Bhinneka Tunggal Ika” di tengah aksi terorisme. Ke depan bukan perbedaan yang dapat memecah belah negara kita, tetapi kebodohan. Lewat pendidikan semua orang menjadi lebih bijaksana dan melihat fenomena secara jernih bahwa Indonesia berdiri diatas pondasi perbedaan.

Dia memotivasi lulusan Undiknas dan anak muda Bali untuk melek terhadap perubahan. Lulusan Undiknas harus adaptif dengan perubahan di era revolusi induatri 4.0. Pemerintah telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 yang berisi strategi Indonesia memasuki babak baru era digital. Makanya lulusan Undiknas harus menjadi pelaku bisnis (wirausaha) dan memahami model bisnis di era digital. Ini pas dengan tema wisuda kali in: “Tomorrow is to day”. Sekitar 15 model bisnis bisa digeluti anak muda Bali di antaranya pas as you go, advertising, big data, subscription, direct seling, long tail dan self service.

Ditekankannya, seorang sarjana priontas utamanya adalah tanggung jawab membangun negara dengan cara membuka lapangan kerja. Apalagi jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekitar 3,10 persen dari jumlah penduduk. Jika jumlah wirausaha bertambah, pengangguran berkurang dan kemiskinan teratasi. Untuk itu, generasi muda harus beradaptasi terhadap perubahan, sebab peluang dan kesempatan selalu bersembunyi di balik perubahan.

Rektor Prof. Gede Sri Darma mampu membawa kemajuan bagi Undiknas. Di antaranya membuka Program Studi Teknologi Informasi dan merekrut dosen dari luar negeri, salah satunya Robert Vasile Moisa dari Romania. Tidak lama lagi menyusul empat dosen luar negeri lainnya termasuk memiliki mahasistva dari Jepang, Korea, Afrika dan Timor Leste. Gede Sri Darma juga membawa Undiknas berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi asing, menjadi kampus pertama membuka kelas internasional dan sebagai member akreditasi internasional, ABEST21.

Sumber : balipost.com