Lepas 861 Peserta KKN di Empat Kabupaten

08 January 2018. 13:41

Undiknas Terapkan Program Kerja KKN Zaman “Now”

REKTOR Undiknas Prof. Cede Sri Darina. DBA. melepas 861 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Xyata (KKN), Rabu (20/12) kemarin. Kampus ini memang dikenal paling konsisten menjalankan program KKN bagi mahasiswanya. Peserta KKN semester ganjil kali ini ditempatkan di 12 kecamatan di empat kabupaten yakni Bangli, Klungkung, Gianyar dan Tabanan. Tercatat 72 desa dijadikan lokasi KKN.

Ketua Panitia I Nengah Wirsa. S.E., M.M. menjelaskan dari jumlah tersebut sebanyak 12 orang diterjunkan tiap kecamatan. Jumlah ini termasuk paling banyak sepanjang sejarah KKN di Undiknas. Mahasiswa akan diterjunkan selama 1.5 bulan hingga 15 Januari 2018. Sebelumnya para peserta KKN diberikan pembekalan berbagai materi kepada mahasiswa. KKN kali ini mengambil tema “Pemberdayaan Potensi Kewirausahaan Masyarakat Guna Meningkatkan Kesejahteraan Hidup Masyarakat”.

Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma menjegaskan agar mahasiswanya fokus menjalankan program KKN dengan baik. Program KKN Undiknas harus mampu memberdayakan masyarakat desa, membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pemerintah setempat. Rektor mengatakan untuk kali pertama pembukaan KKN juga serentak dilakukan di kampus. bahkan juga pertama kali dilakukan serentak untuk empat kabupaten. Ini sengaja dilakukan agar bupati, kades dan camat mengetahui kondisi kampus Undiknas.

“Undiknas akan merangkul semua pemkab untuk lokasi KKN guna membantu masyarakat. Sebenarnya Karangasem juga menjadi objek KKN, namun karena pertimbangan keamanan erupsi Gunung Agung akhirnya ditunda” ujarnya.

Sri Darma mengingatkan mahasiswa agar tidak terlalu sibuk dengan handphone saat melaksankan KKN di desa. Peserta KKN harus menerapkan program kerja zaman now yang menyentuh masyarakat. Perilaku KKN zaman now tersebut di antaranya harus mampu melihat potensi desa. serta membuatkan video dan profil desa kemudian diunggah di internet. Termasuk membantu desa memviralkan potensi desa, dan menggarap market¬ing desa secara digital.

Kedua, program KKN zaman now yakni BUM-Des. Mahasiswa KKN diminta membantu membuat laporan keuangan yang benar berbasis online. Kemudian membantu alokasi dana desa tepat sasaran serta perlunya penyuluhan pajak di desa. Keempat, perlunya penyuiuhan hukum serta pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat desa. Untuk itu kades dan camat diminta memanfaatkan tenaga mahasiswa memajukan masyarakat desa.

“Jewerlah jika ada mahasiswa yang nakal, apalagi di tahun politik.” tegasnya. Untuk itu dia minta mahasiswa Undiknas menjaga nama baik almamater karena berhadapan dengan masyarakat masih generasi X dan Y.

Bupati Klungkung diwakili Kadis Pendidikan Dewa Cede Darmawan mengajak mahasiswa KKN Undiknas ikut mempercepat pencapaian visi Klungkung yang unggui dan seiahtera dengan Gema Santi. Termasuk pemberdayaan masyarakat desa.

Riana Putra mewakili Bupati Bangli mengajak mahasiswa membangun Bangli dimulai dari desa dengan menggarap kewirausahaan masyarakat desa. Sementara Asisten W. Suardana mewakili Bupati Gianyar menyampaikan pentingnya maha¬siswa KKX membantu revitalisasi pasar tradisional serta mengembangkan koperasi di desa. Sedangkan Bupati Tabanan dalam sambutan teitulisnya dibacakan staf ahli Subrata S. mengaiak mahasiswa mengabdi secara total dan ikhlas membangun Tabanan.