“Launching” Buku Empat Srikandi FH Undiknas

17 November 2017. 17:50

Tini Gorda Angkat Hukum Perlindungan Anak Korban Pedofilia

FAKULTAS Hukum (FH) Undik­nas University me-launching buku karya Empat Srikandi di Auditorium Dwi Tunggal, kampus setempat, Senin (23/10) kemarin. Buku tersebut masing-masing berjudul "Hukum Perlindungan Anak Korban Pedofilia” karya Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H., "WRDDHI GRHIYAD Prinsip Perjanjian Kredit Menurut Hindu” karya Dr. AAA Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., MH,, "Menyoal Sanksi Pidana Anak yang Berkonflik dengan Hukum” karya Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.H. dan "Sanksi Perkawinan Terlarang di Bali Dulu dan Kini” karya Dr. Ida Ayu Sadnyini, S.H., M.H.

Dekan FH Undiknas Univer­sity Dr. AAA Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H. mengaku sangat bangga karena penulis buku yang dilaunching seluruhnya adalah dosen perempuan. Ia berharap keempat karya srikandi FH Undiknas ini mampu memacu dosen-dosen yang lain, khususnya dosen muda agar tidak kalah dengan dosen senior dalam meningkatkan kualitasnya melalui kegiatan penelitian, baik untuk tulisan buku maupun jumal nasional dan intemasional.

Launching empat buku dirangkaikan dengan bedah buku karya dosen sekaligus Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) DenpasarDr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H. Buku yang digarap selama kurang lebih dua tahun ini merupakan hasil risetnya di Lombok (NTB), Bali dan DKI Jakarta. Ke-tiga provinsi yang mengembangkan pariwisata ini terindikasi sebagai surganya pelaku paedofilia. Di sisi lain, pedofilia merupakan bentuk kekerasan seksual yang paling berat dan tergolong kejahatan luar biasa karena menyebabkan korban mengalami trauma berkepanjangan.

Tini Gorda menambahkan, trau­ma yang dialami korban paedofilia harus dimaintain dengan baik agar tidak menjadi pelaku paedofilia di kemudian hari. Saat ini UU yang ada hanya terfokus untuk memperberat hukuman bagi pelaku. Padahal, seberat-beratnya hukuman bagi pelaku tidak akan pernah bisa menghilangkan trauma korban. Dalam hal ini, trauma bahkan bisa memupus keinginan korban untuk menatap masa depan.

Bedah buku menghadirkan narasumber/pembedah Prof. Dr. Koesno Adi S.H., M.S. (Pakar Viktimologi Hukum Pidana Anak FH Unibraw), Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H., M.H. (Pakar Kriminologi FH Uni­braw), Arist Merdeka Sirait (Ketua Komnas PA) dan Dr. Ahmad Sofyan (Koordinator ECPAT) dengan moderator Zulkamain, S.H.. M.H. (Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Widyagama Malang).

Bagi Tini Gorda, momen launch­ing dan bedah buku karyanya ini sekaligus untuk memperingati 10 tahun kepergian sang ayah Prof. Dr. I G.N. Gorda, M.S. (alm), salah satu pendiri Perdiknas Denpasar.

Launching dan bedah buku dibuka Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA Hadir Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dr. Ir. Lies Rosdianty, M.Si.

Sumber : Balipost.com