Hadapi Globalisasi, UNDIKNAS Bangun Network di Jepang via ABEST21

13 March 2017. 09:43

Pesatnya arus globalisasi dunia pendidikan harus disikapi oleh perguruan tinggi dengan strategi menuju universitas bertaraf internasional, misalnya melalui proses akreditasi di tingkat internasional maupun kerja sama antar universitas di berbagai negara. Hal ini terungkap dalam pertemuan anggota lembaga akreditasi internasional ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organisation) yang dihadiri oleh Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) dari tanggal 7 – 9 Maret 2017 di Sony University, Tokyo, Jepang.

Undiknas, yang merupakan salah satu dari 21 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi anggota ABEST21 (hanya 5 PTS), hadir dalam pertemuan ini atas undangan presiden ABEST21, Prof. Fumio Itoh. Ini merupakan kali kedua Undiknas berpartisipasi dalam agenda tahunan ABEST21 di Jepang setelah sebelumnya di tahun 2016 Undiknas menghadiri acara serupa guna menerima secara resmi sertifikat keanggotaan dari badan akreditasi tersebut.

Dalam pertemuan kali ini, delegasi Undiknas dipimpin oleh Direktur Pascasarjana Prof. Gede Sri Darma, DBA, didampingi oleh Ketua Program Studi MM yang baru (Agus Fredy Maradona, MSA) serta Manajer International Office (Ida Nyoman Basmantra, MPd).

Melalui keanggotaan ABEST21, Undiknas menjalin komunikasi dan membangun network antar universitas di tingkat Asia Pasifik, serta sebagai batu loncatan menuju akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business) yang bemarkas di Amerika Serikat. Prof Sri Darma berharap agar peran aktif Undiknas di ABEST21 dapat menjadi pijakan dalam melaksanakan program industrial visit bagi mahasiswa Undiknas di masa mendatang. Harapan ini digantungkan pada KPS MM, Agus Fredy Maradona, yang baru saja mensubmit disertasinya di Macquarie University, Sydney, Australia.

Presiden ABEST21 menekankan pentingnya harmonisasi program pendidikan bisnis di kawasan Asia Pasifik, mengingat besarnya perbedaaan budaya dan sistem pendidikan tinggi antar negara. Berbeda boleh, tetapi perbedaan itu hendaknya digunakan sebagai ciri khas yang menjadi kekuatan sebuah perguruan tinggi. Pada hari terakhir pertemuan, seluruh peserta diajak mengobservasi proses perakitan mobil Nissan di fasilitas produksi Nissan Oppama Plant di Yokohama. Industrial visit ini memberikan wawasan mengenai aplikasi nyata konsep KAIZEN, kontrol kualitas yang berkesinambungan.