Evaluasi Program Bali Mandara Humas Pemprov Gandeng Tim Peneliti Undiknas

12 August 2015. 00:00

Pelaksanaan Program Pemprov Bali dalam visi misi Bali Mandara yang sudah bergulir dan memasuki jilid 2 perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan program - program Bali Mandara

BIRO Humas Setda Provinsi Bali menggandeng Tim Peneliti dari perguruan tinggi yakni Universitas Pendidikan Nasional Denpasar untuk melakukan penelitian sejauh mana imple­mentasi program Bali Mandara di lapangan, serta mendetek- si permasalahan yang terjadi, demikian terungkap dalam acara Forum Group Discussion yang dibuka Kepala Bagian Publikasi Biro Humas Setda Provinsi Bali Ady Mastika mewakili Kepala Biro Humas Setda Provinis Bali di ruang Prajasabha Kantor Gubernur Bali, Kamis (23/4) kemarin.

Dikatakan Ady Mastika, Pemerintah Provinsi telah banyak menggulirkan program program unggulan seperti JKBM , Simnatri, Gerbang sadu , Bedah Rumah, Beasiswa Mikin. Selama ini Biro Humas Setda Provinsi Bali telah opti­mal menyebarluaskan informasi program - program tersebut ke masyarakat baik melalui media cetak maupun online maupun sosialisasi yang lain seperti melalui pentas seni.

Namun tidak dipungkiri masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui dan mengenal pro­gram Bali Mandara, bahkan be­lum bisa memanfaatkannya sama sekali. Ia berharap upaya eval­uasi dengan melibatkan civitas akademik akan memperoleh hasil analisis yang tepat dan akurat sehingga nantinya dapat digunakan sebagai acuan oleh SKPD terkait. “Kami berharap hasil penelitian ini nanti dapat menjadi evaluasi kita bersama. Koordinasi antar SKPD den­gan tim peneliti sangat dihara- pkan untuk memaksimalkan   keakuratan data dilapangan”, ujarnya. 

Sementara itu Ketua Tim Pe­neliti dari Undiknas, Nyoman Subanda menyampaikan apre- siasinya atas kepercayaan Pem­prov kepada Undiknas untuk terlibat dalam mensukseskan program Bali Mandara.

Dikatakan, penelitian yang nantinya akan dilakukan berfokus pada program Gerbang Sadu, Simantri dan Bedah Rumah. Menurutnya ketiga program tersebut memiliki esensi terpadu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, pemberdayaan mas­yarakat, serta membangun jiwa kewirausahaan.

Menurutnya, problem yang terjadi di lapangan, dimana da­lam observasi mereka masih ter­dapat unsur dominasi politik dari ketiga poin tersebut, sehingga daya serap informasi masyarakat yang kurang.

Selain itu, ia menambahkan bahwa belum terdapat pemetaan problematika masyarakat yang tepat, baik dari tata kelola keuangan dipedesaan, jiwa ke­wirausahaan dipedesaan maupun kesiapan dari masyarakat itu sendiri . Oleh karena itu, tim peneliti akan melakukan eval­uasi pada 9 Kabupaten/Kota di Bali kecuali Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang dinilai telah memiliki pendapatan daerah tinggi. Sedangkan jumlah sampel desa yang akan diambil sebagai sampel penelitian adalah Jembrana 3 Desa yaitu Perancak, Yeh Kuning dan Melaya, Tabanan 3 Desa yaitu Melaya, Tabanan 3 Desa yaitu Makar Sari, Tunjuk dan Senganan, Gianyar  3 Desa yaitu Bakbakan, Keliki, dan Bukian, Klungkung 3 Desa yaitu Akah, Dawan Kaler, dan Toh pati, Bangli 3 Desa yaitu Pengotan, Susut dan Selulung, Karangasem 5 Desa yaitu Tumbu, Sidemen, Pidpid, Sibetan, Duda, dan Patas, terakhir Buleleng mengambil 5 Desa yaitu Patas, Rangdu, Jineng Dalem, Sangsit dan Pedawa. Yang akan difokuskan dari evaluasi ini adalah model komunikasi pembangunan yang terjadi dalam implementasi program tersebut. Sehingga dapat diketahui respon daya serap masyarakat, kondisi sosial ekonomi dan politik serta karakteristik implementor dengan baik.

Pada diskusi yang juga dihadiri oleh perwakilan SKPD dilingkungan Pemprov Bali tersebut, juga terdapat saran-saran dalam mendukung penelitian nanti. Diantaranya Perwakilan dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Putu Sudarmawan yang menyampaikan bahwa kendala yang selama ini dihadapi dalam penanganan simantri, adalah masalah dominasi politik yang  begitu tinggi.

Selain itu, Perwakilan Dinas Sosial Pemprov Bali Sriyono menyampaikan bahwa permasa­lahan yang cenderung terjadi da­lam bedah rumah adalah sampai saat ini belum bisa mengatasi permasalaahan kemiskinan hanya baru sampai pada menga­tasi permasalahan perumahan, oleh karenanya ia berharap hal tersebut juga bisa menjadi fokus penelitian ini. adv