Di Acara Wisuda Undiknas “Launching Maskot Golden Anniversary”

01 October 2018. 15:53

UNDIKNAS Denpasar di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Gede Sri Darma terus meletakkan fondasi yang kuat dan selalu berinovasi guna menjadi universitas berkelas dunia. Saat acara wisuda di Westin Nusa Dua, Sabtu (22/9) lalu, Undiknas me-launching maskot 50 tahun Undiknas yang disebut Golden Anniversary.

Launching maskot yang diberi nama "Dwi Tunggal” tersebut sengaja dilakukan di depan ribuan orangtua mahasiswa dan alumni guna memotivasi semua komponen untuk menvongsong Undiknas menjadi perguruan tinggi terbaik di Asia ketika berusia 100 tahun.

Gede Sri Darma mengungkapkan, pada Februari 2019 mendatang Undiknas genap berusia 50 tahun. Golden Anniversary ini akan disambut dengan rasa syukur yang mendalam, karena dalam menvongsong 50 tahun usianya, Undiknas telah tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

The 50th Anniversary ini juga kami sambut dengan tekad baru yaitu dalam waktu 50 tahun ke depan. Undiknas masuk peringkat 100 perguruan tinggi terbaik di Asia. “Tekad ini bukanlah angan-angan semata. Undiknas telah menunjukkan kualitasnya sebagai bagian dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Dengan potensi yang semakin bertumbuh, maka saya yakin Undiknas berada on the right track untuk menjadi bagian dari perguruan tinggi terbaik di Asia” tegasnya.

Langkah awal menjadi PT terbaik di Asia sudah dirintis Gede Sri Darma. Tahun ini Un­diknas yang memiliki 11 prodi, lima di antaranva terakreditasi  A. Salah satu program rutin Gede Sri Darma yakni meningkatkan kualitas dosen. Un­diknas terus mendorong dosen, khususnya dosen muda, untuk meningkatkan kualifikasinya melalui pendidikan doktoral di luar negeri.

Terkait dengan kurikulum, Undiknas telah menjadikan digital technology sebagai basis dalam penyempurnaan kuriku­lum guna memastikan relevansinya dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0 dan adaptif dengan the great shifting yang tengah terjadi. Selain itu, sejak tahun 2018 ini, Undiknas juga telah mulai menerima mahasiswa di Program Studi Teknologi Informasi. Program studi ini merupakan jawaban Undiknas akan tantangan yang dihadirkan oleh Revolusi Industri 4.0. Tidak berhenti sampai di sini saja, Undiknas juga tengah berupava menghadirkan program studi baru, yaitu Digital Business yang mengombinasikan ilmu bisnis dengan teknologi informasi digital.

Upaya mendorong dosen melanjutkan studi ke luar neg­eri serta perekrutan dosen dari luar negeri merupakan bukti nyata keseriusan Undiknas menjadi perguruan tinggi berke­las internasional (world-class university). Mahasiswa yang menempuh studi di Undiknas tidak saja berasal dari Indone­sia, namun juga berasal dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, Nigeria, Thailand, Yordania dan Timor Leste.

Sumber : Balipost.com